JUMAT , 21 SEPTEMBER 2018

PKS Tak Ingin Jadi Paganna’-ganna’

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Jumat , 07 April 2017 09:59
PKS Tak Ingin Jadi Paganna’-ganna’

ASEP/RAKYATSULSEL/C RAKORWIL PKS SULSEL. Wakil Ketua Umum PKS Sulsel, Syamsari Kitta membuka Rakorwil DPW PKS Sulsel "Kukuh Bekhidmat Untuk Rakyat", di MaxOne Hotel, Jl Taman Makam Pahlawan Makassar, Selasa (28/3) lalu.

PARTAI Keadilan Sejahtera (PKS) tak ingin sekadar jadi penggembira alias Pagannna’-ganna’ di Pilkada. Modal kemenangan di Pilkada Takalar 2017, PKS kini jumawa bisa berbicara banyak di Pilkada Serentak gelombang ketiga 2018 mendatang.

Penulis : Lukman

Ya, pasangan Syamsari Kitta – Achmad Dg Se’re di Pilkada Takalar 2017 lalu, menjadi sejarah tersendiri bagi PKS. Sebab untuk pertama kalinya PKS mampu mendudukan kadernya sebagai kepala daerah di Sulsel.

Hasil gemilang dengan menumbangkan incumbent di Takalar diharapkan menular di Pilkada 2018 mendatang. Selain Pilgub Sulsel, ada 12 daerah yang akan menjadi target selanjutnya PKS untuk berusaha memasang kadernya sebagai kepala daerah.

Sebaran perolehan kursi PKS di legislatif di daerah yang akan menggelar Pilkada 2018 di Sulsel memang cukup menjanjikan. Di 12 daerah cukup merata, sementara di DPRD Sulsel, 6 kursi menjadi modal PKS untuk dilirik figur eksternal.

PKS saat ini memang tak punya kader internal mumpuni untuk didorong maju bertarung di Pilgub. Alternatifnya, PKS bisa jadi akan mengusung figur eksternal. Sejauh ini ada sejumlah nama yang sudah melakukan komunikasi denga PKS. Mereka adalah Ichsan Yasin Limpo dan M Roem.

Di Pilwalkot Makassar, PKS nampaknya cukup percaya diri mengusung kader internalnya. Bercermin pada Pilwalkot 2013 lalu, PKS mengusung Tamsil Linrung berpasangan dengan Das’ad Latif. Hasilnya, pasangan yang diusung PKS, Hanura, dan PBR kala itu mampu meraih suara terbanyak ketiga dengan perolehan 93.868 suara atau 16,04%.

Nah, di Pilwalkot makassar 2018 mendatang, PKS kembali menyiapkan kadernya untuk maju bertarung. Sedikitnya ada dua nama yang dipersiapkan partai berlambang padi dan bulan sabit kembar ini. Mereka yakni Iqbal Djalil (Anggota DPRD Makassar) dan Sri Rahmi (Anggota DPRD Sulsel).

[NEXT-RASUL]

Khusus Iqbal Djalil, balihonya sudah mulai bertebaran di sejumlah ruas jalan di Makassar. Dirinya pun dalam beberapa kesemptan menegaskan akan maju bertarung di Pilwalkot Makassar. “Bismillah saya siap maju di Pilwalkot Makassar 2018,” kata Ketua Persatuan Cricket Indonesia (PCI) Makassar ini.

Bermodalkan 6 kursi di DPRD Makassar, Ije–sapaan akrab Iqbal Djalil, setidaknya masih harus berkoalisi dengan parpol lain di Pilwalkot. Namun kabar terakhir yang tersiar jika PKS kian intens membangun komunikasi dengan kandidat incumbent Danny Pomanto

Ije pun mengaku tak ada masalah jika Danny Pomanto yang mengendarai PKS Makassar. “Begini, Pak Danny Pomanto maju kosong satu sementara saya tetap kosong dua. Kami harus realistis,” ujar Ije.

Sementara DPD PKS Kota Makassar tak membuka pendaftaran bakal calon Wali Kota Makassar Periode 2018-2023. Hal tersebut diungkapkan Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPW PKS Sulsel, Irwan ST. “Tidak ada proses pendaftaran,” ujarnya.

Irwan menambahkan, mekanisme yang ada di PKS adalah berkomunikasi secara resmi dengan struktur partai sesuai levelnya. Misalnya untuk Pilwali Makassar, kata dia, bakal cakada silahkan membuka komunikasi atau bersilaturahim dengan pengurus DPD PKS Makassar.

“Begitu juga dengan cakada di sebelas kabupaten/kota di Sulsel yang menggelar Pilkada dan Pilwali. Silahkan membangun komunikasi dengan DPD PKS setempat,” jelas Irwan.

[NEXT-RASUL]

Ketua Fraksi PKS DPRD Makassar itu menambahkan, PKS membangun kultur organisasi yang sehat di Pilkada/Pilwali, sehingga proses penjaringan bakal cakada dimulai dari struktur DPD PKS.

“Nama-nama yang diusulkan DPD lah yang nantinya ditindaklanjuti oleh DPW untuk kemudian diusulkan ke DPP guna mendapatkan rekomendasi partai,” jelas Irwan. (*)


div>