SELASA , 18 DESEMBER 2018

PLN Malili Dituding Mark Up Tagihan Listrik

Reporter:

doelbeckz

Editor:

Minggu , 04 Desember 2016 13:37
PLN Malili Dituding Mark Up Tagihan Listrik

Manejer PLN Rayon Malili, Andi Muchtar Nur (kedua kiri), memberikan klarifikasi ketika dipanggil menghadap ke Polres Lutim, Sabtu (3/12). foto: rahim/rakyatsulsel.

LUWUTIMUR, RAKYATSULSEL.COM – Manejer PLN Rayon Malili, Andi Muchtar Nur, dipanggil ke Polres Lutim untuk mengklarifikasi seputar nilai tagihan listrik yang tidak sesuai nilai tagihan, Sabtu (3/12).

Kapolres Lutim, AKBP Parojahan Simanjuntak, menjelaskan, kelebihan nilai tunggakan tersebut bisa dianggap Pungutan Liar (Pungli).

Berdasarkan data dari PLN Pusat, tunggakan listrik Polres Lutim dari Januari-April 2016 sebesar Rp45.364.659. Kemudian tunggakan listrik Mei-Noveber senilai Rp91 798.802. Jika dijumlahkan tunggakan dari Januari sampai November 2016 sebesar Rp137.163.461 ditambah lagi dengan tunggakan Desember 2016 Rp15.644.429, maka total tagihan keseluruhan Rp152.807.890.

Untuk pembayaran tunggakan tersebut Polda Sulsel sudah mentransper dana pembayaran tagihan listrik ke PLN Pusat sebanyak Rp102.449.450. Dari pembayaran tersebut semestinya, sisa tunggakan listrik Polres Lutim tinggal Rp50.358.440

Namun, PLN Rayon Malili lewat bagian penagihan, Budiman, meminta Polres Lutim membayar Rp107.084.791. Artinya, ada dugaan mark up tagihan sebesar Rp57 juta lebih. Hal inilah yang dipertanyakan Polres Lutim.

“Tolong pak dijelaskan dari mana hitung-hitungannya itu sampai membengkak sampai Rp57 juta lebih,” ujarnya.

Kapolres mengatakan, pembayaran listrik Polres Lutim ini, tidak dibayar di loket PLN Rayon Malili, pembayarannya langsung ke PLN Pusat lewat KPPN. Sangat keliru PLN Rayon Malili mengira pembayarannya dilakukan di loket PLN Malili.

Kapolres juga membantah telah menunggak membayar listrik PLN. Sebab berdasarkan kwitansi yang disampaikan PLN pusat untuk Januari-November tersebut sudah dibayarkan negara.

“Walaupun masih ada sisa tunggakan, makanya saya minta cepat kirim ke Polres lembaran kuningnya, supaya bisa saya tanda tangani dan serahkan ke KPPN agar di cepat dibayarkan,” terangnya.

Manejer PLN Rayon Malili, Andi Muchtar Nur, kaget setelah Polres menyodorkan kwitansi pembayaran yang dikeluarkan PLN pusat ke Polres Lutim.

“Wah kenapa begini, saya baru tahu ini, kenapa staf saya di kantor tidak punya kwitansi pelunasan ini,” katanya.

Muchtar juga mengaku bingung, dari mana anggotanya bisa membuat nilai tagihan yang tidak sesuai, kalau di hitung-hitung ini memang tidak sesuai, ada kelebihan nilai tagihan. “Saya akan tanyakan dulu ke Pak Budiman dia yang buat nilai tagihan ini,” ujarnya. (***)


div>