• Jumat, 18 April 2014
Iklan | Privacy Policy | Redaksi | Citizen Report

PLN Sulselbar Siap Tambah Daya 700 MW

Bangun Lima Pembangkit

Selasa , 04 Juni 2013 09:41
Total Pembaca : 371 Views
TAMBAH DAYA: General Manager PT PLN Sulselbar Judi Winardi Wijaya berbincang dengan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo di Kantor Gubernur, Senin (3/6) (Foto : DWI/RAKYAT SULSEL)

Baca juga

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM-PT Pembangkit Listrik Negara (PLN) Sulselbar, siap menambah pasokan daya hingga 700 Mega Watt (MW) dengan membangun lima pembangkit. Diantaranya, di Pembangkit Punagaya dan Pembangkit Tamalanrea.

General Manager PT PLN Sulselbar, Judi Winardi Wijaya, mengatakan, tambahan daya tersebut untuk memenuhi kebutuhan listrik di Sulsel karena jaringannya terkoneksi. Tambahan daya tersebut juga untuk menjawab pertumbuhan ekonomi, khususnya di sektor Industri.

“Saat ini, kita punya energi di Sulsel sebesar 1.030 MW,” ungkap Judi, usai bertemu Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, di Kantor Gubernur, Senin (3/6).

Judi mengungkapkan, pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi di Sulsel, membutuhkan fasilitasi aktif dari segi energi, dalam hal ini listrik. Apalagi, kebutuhan listrik di Sulsel pada siang hari mencapai 600 MW. Sedangkan, untuk malam hari mencapai 815 MW.

“Kita juga masih memiliki cadangan, selain pembangkit yang akan dibangun,” ungkapnya.

Pembangunan pembangkit, lanjutnya, akan dilakukan secara bertahap. Ada yang mulai dibangun tahun ini dan target selesainya pun bervariasi.

“Kami memiliki rencana terpadu, Makassar ke arah selatan. Pengertiannya, ketika terpadu maka pertumbuhan ekonomi dan industri akan terfokus disana. Karenanya, izin-izin diperlukan untuk menunjang hal tersebut,” terangnya.

Terkait himbauan Menteri ESDM agar PLN tidak menggunakan Bahan Bakar Minyak (BBM), Judi menerangkan, khusus di Sulsel, pemakaian BBM untuk pembangkit sangat kecil. Persentasenya, untuk daya 800 MW, hanya 0,06 persennya menggunakan BBM.

“Penggunaan BBM itu hanya di beberapa tempat. Saat ini, kami mengoptimalkan penggunaan non BBM. Kecuali, pada saat beban puncak, masih menggunakan BBM,” jelasnya.

Sementara, Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, mengatakan, pembangunan pembangkit yang akan dilakukan PLN adalah perencanaan hingga 2015. Tambahan energi terus dilakukan, walaupun sekarang ini daya di Sulsel sudah mencapai 1.150 MW.

“Dalam waktu singkat, PLN akan menambah lagi menjadi 1.400 MW,” katanya.

Syahrul berharap, listrik di Sulsel paling siap seiring pesatnya pertumbuhan ekonomi. Kesiapan listrik akan mendorong hadirnya informasi, teknologi dan industri yang semakin baik.

“Saya berharap, PLN akan menyatu dengan program-program pemerintah provinsi dan tidak berjalan sendiri. Tujuan kita, bagaimana masyarakat mendapatkan energi yang lebih mudah dan lebih murah,” harapnya. (dwi/dul)