SELASA , 16 OKTOBER 2018

PLTB Jeneponto Telan Investasi USD 160,7 Juta

Reporter:

Al Amin

Editor:

asharabdullah

Kamis , 05 April 2018 11:00
PLTB Jeneponto Telan Investasi USD 160,7 Juta

Syahrul saat melakukan peninjauan di PLTB Jeneponto, Rabu (4/4). (hms)

JENEPONTO, RAKYATSULSEL.COM – Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) Tolo-1, di Desa Lengke-lengkese, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto, merupakan PLTB kedua yang dibangun di Sulsel, selain yang ada di Kabupaten Sidrap. Proyek ini menelan investasi USD 160,7 juta.

Saat ini, progres pembangunannya telah mencapai 85 persen, untuk konstruksi jalan dan pondasi turbin. Sejauh ini sudah terpasang 17 pondasi turbin dari 20 turbin. Tiap turbin menghasilkan energi 3,6 Megawatt (MW), sehingga total kapasitas pembangkit mencapai 72 MW.

Tidak kurang dari 60 baling-baling akan dikirim ke lokasi proyek hingga akhir April 2018. Model turbin yang dipasang di PLTB ini memakai jenis Siemens DD On-Shore 3,6 WTG, dimana dua unit transformator Siemens selesai dipasang dengan kapasitas masing-masing 45 MVA.

Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, mengungkapkan, sejauh ini tidak ada kendala berarti dalam pembangunan PLTB ini. Pemprov dan Pemda siap memfasilitasi agar cepat selesai.

“Dalam waktu tiga bulan sudah terpasang, dan bisa dilakukan uji coba. PLTB ini sekaligus mewujudkan harapan pemerintahan Jokowi menghadirkan energi terbarukan untuk rakyat,” kata Syahrul, saat melakukan peninjauan di PLTB Jeneponto, Rabu (4/4).

Sementara, GM PLN Sulselrabar, Bambang Yusuf, menyambut baik hadirnya PLTB Tolo-1 Jeneponto ini, setelah PLTB Sidrap. Program pembangkit energi terbarukan Sulsel menjadi rujukan program energi Indonesia.

“Ini sangat fenomenal dan relatif besar pertama di Asia Tenggara. Saya yakin ke depan Sulsel menjadi pioner kedepan untuk mencapai energi pemerintahan untuk implementasi terbarukan,” ungkapnya.

Nantinya, kata Bambang, pembangkit berbasis angin tersebut akan terkoneksi dengan jaringan transmisi yang akan terinterkoneksi melalui Gardu Induk Jeneponto. Energi listrik PLTB Tolo-I dihasilkan dari kecepatan angin sebesar 6 m/s yang merupakan potensi angin cukup besar untuk dikembangkan secara komersial.

Penandatanganan jual-beli atau Power Purchase Agreement (PPA) diteken oleh Perusahaan Listrik Negara bersama PT. Energi Bayu Jeneponto sejak tanggal 14 November 2016, dengan harga jual listrik 10,89 USD cent/kWh. Berdasarkan PPA tersebut, proyek akan selesai dan Commercial Operation Date (COD) pada 14 November 2019.

“Hadirnya PLTB Tolo-I Jeneponto akan melengkapi keberadaan PLTB Sidrap untuk meningkatkan kontribusi energi berbasis angin di Indonesia, disamping semakin meningkatkan kehandalan kelistrikan di Sulsel,” kata Bambang. (*)


div>