MINGGU , 21 OKTOBER 2018

Plus Minus TP2D Bentukan NA-ASS

Reporter:

Fahrullah

Editor:

Iskanto

Jumat , 21 September 2018 10:52
Plus Minus TP2D Bentukan NA-ASS

Sekertaris DPW NasDem Sulsel, Syaharuddin Alrif. (int)

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah telah membentuk Tim Percepatan Pembangunan Daerah (TP2D) Provinsi Sulsel. Adapun tim yang di-SK-kan pada 17 September 2018 lalu itu beranggotakan 44 orang.

Tim yang dibentuk terbagi dua bagian. Ada tim Percepatan Pembangunan Daerah. Diisi 24 orang dan diketuai oleh Prof Yusran, yang juga merupakan Ketua Tim Transisi Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman (NA-ASS).

Sementara tim tenaga ahli yang dibagi lagi menjadi lima bidang. Di antaranya bidang pemberdayaan ekonomi masyarakat, yang diisi oleh lima orang. Bidang pemerintahan dan umum dua orang. Bidang pembangunan manusia enam orang. Bidang infrastruktur lima orang. Bidang pemuda dan komunitas kreatif dua orang.

Lantas seperti apa plus minus adanya tim tersebut?. Berapa anggaran yang harus dikeluarkan pemerintah mengingat jumlahnya yang mencapai 44 orang.

Wakil Ketua DPRD Sulsel, Syaharuddin Alrif mengaku adanya tim TP2D tersebut sebagai bentuk komitmen kepala daerah untuk membangun daerahnya. “Ini bagus tapi jangan menghalangi kinerja OPD,” katanya.

Namun, kata politisi NasDem itu, jangan sampai adanya TP2D itu justru akan membuat beban pemerintah. “Jangan sampai terlalu dalam mengurusi. Kalau terlalu dalam itu tidak wajar. Tapi kalau hanya sebatas masukkan wajarlah,” ujarnya.

Terkait anggaran bagi 44 orang tersebut, Syahar mengaku belum mengetahuinya lantaran belum ada laporan dari pemerintah provinsi. “Belum kita lihat usulannya. Nanti kita lihat pada saat pembahasan,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPRD Sulsel, Fachruddin Rangga menyebutkan, tim apapun yang dibentuk dan itu baik sangat disetujui. Yang jelas sesuai dengan harapan. “Kalau kami oke-oke saja. Tapi jangan sampai tim yang dibentuk itu bukan untuk mempercepat yang namun hanya menghambat,” katanya.

“Sementara untuk anggaran saat ini belum dikethaui, jangan sampai Nurdin Abdullah memasukkan pada Anggaran Pokok 2019 mendatang. Tapi kita lihat nanti pada saat rapat komisi,” pungkasnya. (*)


div>