JUMAT , 16 NOVEMBER 2018

PM Inggris : Kami Tidak Menyerah Pada Teror

Reporter:

Editor:

asharabdullah

Kamis , 23 Maret 2017 10:41
PM Inggris : Kami Tidak Menyerah Pada Teror

Perdana Menteri Inggris Theresa May. (Foto: REUTERS/Richard Pohle/Pool)

RAKYATSULSEL.COM – Ketika aksi teror terjadi di Gedung Parlemen Inggris pada Rabu (22/3) sore waktu setempat, Perdana Menteri Inggris, Theresa May, sedang berada di dalam gedung itu untuk mengikuti agenda dewan.

PM May yang diamankan dengan mobil dinas selamat dari serangan yang menewaskan lima orang dan mengakibatkan 40 orang terluka.

Menanggapi aksi teror tersebut, PM May berpendapat pelaku sengaja menyerang kawasan Gedung Parlemen Inggris dan sekitarnya karena letaknya berada di jantung ibu kota. Pendapat itu disampaikannya dalam pernyataan pada Rabu (22/3) malam waktu setempat di depan kantornya, Downing Street No. 10, setelah menghadiri pertemuan dengan penasihat senior Inggris.

“Lokasi serangan ini bukan tidak disengaja. Pelaku memilih menyerang di jantung ibu kota kita, tempat orang dari segala kewarganegaraan, agama, dan budaya berkumpul bersama merayakan nilai-nilai kebebasan dan demokrasi. Tempat ini menjadi sasaran bagi mereka yang menolak hal itu,” ujarnya dilansir Independent, Kamis (23/3).

PM May mengatakan aksi teror tersebut tidak akan membuat pemerintah dan warga London takut. Aktivitas sehari-hari di sana, kata dia, akan tetap berjalan normal.

“Anggota parlemen akan datang secara normal, dan warga London serta rakyat dari seluruh dunia yang telah datang ke kota ini akan tetap melaksanakan kegiatan harian mereka secara normal. Mereka akan naik kereta, mereka akan keluar hotel, mereka akan berjalan di jalan ini,” ujar May.

“Mereka akan menjalankan hidup mereka dan kita akan bergerak maju bersama, tak pernah menyerah pada teror dan tak pernah membiarkan suara kebencian memecah-belah kita,” lanjutnya.

PM May mengapresiasi keberanian petugas kepolisian setempat yang berjibaku menyelamatkan warga dalam kejadian itu. Ia mengutuk keras aksi keji para pelaku dan menaikkan tingkat siaga terhadap terorisme di Inggris menjadi genting.

“Peristiwa ini memberikan pengingat soal keberanian yang luar biasa dari polisi dan petugas keamanan yang mempertaruhkan hidup mereka untuk membuat kita tetap aman,” ujar May.

Ungkapan duka cita juga diutarakan oleh PM May untuk para keluarga korban meninggal dan terluka dalam aksi itu serta mendoakan yang terbaik untuk para korban tewas.

“Ucapan duka cita dan doa kami pergi untuk semua orang yang terdampak. Untuk korban sendiri dan juga untuk keluarga mereka dan teman-teman yang mereka cintai,” ujarnya.


div>