RABU , 13 DESEMBER 2017

PMII dan HAM Kecam BNI yang Bertindak Premanisme

Reporter:

Editor:

Sofyan Basri

Kamis , 12 Oktober 2017 18:17
PMII dan HAM Kecam BNI yang Bertindak Premanisme

Koordinator Aksi, Dedi Jalal Kambang, didampingi sejumlah korban yang mengalami perlakuan kasar dan pemukulan saat hendak melakukan aksi damai di depan Kantor Bank BNI Wilayah VII Makassar Jl Jenderal Sudirman Makassar, Kamis (12/10), memberikan keterangan kepada media. foto: doelbeckz/rakyatsulsel.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Massa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Metro Makassar dan Himpunan Aktivitas Mahasiswa (HAM) Sulsel mengecam sikap premanisme yang diduga dilakukan Bank BNI Wilayah VII Makassar. Hal itu berawal ketika massa ini hendak melakukan aksi damai di depan

Kantor Bank BNI Wilayah VII Makassar Jl Jenderal Sudirman Makassar, Kamis (12/10), namun dibubarkan secara paksa dan dipukuli sejumlah orang tidak dikenal di lokasi aksi ini.
Koordinator Aksi, Dedi Jalal Kambang, mengatakan, tidak sepantasnya pihak Bank BNI melakukan aksi premanisme seperti itu.

“Kami datang baik-baik melakukan aksi damai, tetapi belum sempat menyampaikan aspirasi kami langsung dibubarkan dan dipukuli secara membabi buta oleh orang-orang suruhan BNI,” sesalnya kepada wartawan.
Dedi mengakui, semua anggota yang diturunkan sekira 20-an orang mengalami perlakuan kasar dan pemukulan. Bahkan, banyak yang mengalami luka-luka.

“Kami dipukuli dan dikejar. Padahal, kami datang hanya mau menyampaikan aspirasi kami. Mempertanyakan perlakuan Bank BNI kepada kerabat kami yang tidak sesuai Standard Operating Procedure (SOP) dan melakukan pelecehan yang dilakukan Saudara Jefri Roberto Leiwakabesi, Pimpinan Sentra Kredit Menengah (SKM) Bank BNI Wilayah VII Makassar,” terangnya.

Sementara, Manager Legal Bank BNI Wilayah VII Makassar, Tonny Kristanto, yang ditemui di lokasi, mengakui, tidak tahu menahu dengan kedatangan massa yang hendak melakukan aksi demonstrasi.

“Siapa dan apa maksud tujuan massa yang datang melakukan aksi demo ini, kami tidak tahu. Tiba-tiba saja ada bentrok di sini. Kami sementara cari tahu dan mengumpulkan barang bukti. Kami juga menyerahkan sepenuhnya kepada pihak berwewenang dalam hal ini aparat kepolisian,” ujarnya.

Sebelumnya, dua kubu massa bentrok di Kantor Bank BNI Wilayah VII Makassar Jl Jenderal Sudirman Makassar, Kamis (12/10). Peristiwa ini terjadi sekira pukul 11.00 WITA, ketika sekelompok massa yang berjumlah 20-an orang hendak melakukan aksi di depan Kantor Bank BNI, namun belum sempat melakukan aksi mereka langsung dihadang dan dibubarkan sejumlah massa yang telah bersiap.

Dari pantauan di lapangan, sejumlah massa yang hendak melakukan aksi mengalami tindak kekerasan dari massa yang telah bersiap di depan Bank BNI. Sempat terjadi kejar-kejaran hingga terjadi pemukulan.
Pada aksi ini ditemukan barang bukti berupa ketapel.

Informasi yang dihimpun aksi demonstrasi yang menggunakan atribut Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Metro Makassar dan Himpunan Aktivitas Mahasiswa (HAM) Sulsel ini, rencananya menyampaikan aspirasi terkait adanya nasabah prioritas yang merasa dirugikan. (*)


div>