• Sabtu, 20 Desember 2014
Iklan | Epaper | Redaksi | Citizen Report

PN Jaksel Tolak Praperadilan Bos PT Asindo

Hakim Menilai Penangkapan Sudah Sesuai Aturan

Selasa , 05 Maret 2013 10:03
Total Pembaca : 505 Views
DIGELANDANG. Direktur PT Asindo John Lucman (kaca mata) didekap kuasa hukumnya Tadjuddin Rahman saat digelandang ke Kejari Makassar, Desember 2012 lalu. (Foto : DOK/RAKYAT SULSEL)

Baca juga

Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menolak gugatan praperadilan yang diajukan Bos PT Asindo, John Lucman, terpidana kasus penipuan senilai Rp108 miliar.  Hakim menilai apa yang dilakukan oleh Kejari Makassar dalam melakukan penahanan dan penangkapan terhadap John Lucman sudah sesuai dengan aturan.

“Dalam persidangan, hakim PN Jaksel menolak praperadilan pemohon (John Lucman),” kata Irwan Datuiding, Kasipidum Kejari Makassar kepada Rakyat Sulsel, kemarin.

Sidang praperadilan yang diajukan John Lucman, lanjut Irwan dilaksanakan 25 Februari lalu. “Saya sendiri bersama Asintel Kejari Makassar yang menghadiri sidang di PN Jaksel. Untuk lebih jelasnya, salinan putusan dari sana akan kami terima minggu ini,” jelasnya.

Seperti diketahui, John Lucman ditangkap di Apartemen Mediterania Blok CC/09A/NQ, Jakarta Utara pada Desember 2012 sesuai dengan vonis Mahkamah Agung No. 871 K/Pid/2012, dirinya dihukum tiga tahun penjara.

Jhon Luchman terlibat kasus penipuan pembelian besi baja dengan PT Roda Mas Baja Inti bersama rekannya, Direktur PT Karunia Sukses Sejati Frans Tunggono. Mereka terbukti bersalah dalam kasus penipuan terhadap Direktur PT Roda Mas Baja Inti atas nama Jemmy Gautama dan David Gautama dengan nilai penipuan total Rp108 miliar.

Putusan MA 9 Agustus 2012, kasasi JPU dikabulkan oleh majelis hakim agung MA dan menyatakan kalau tindakan Jhon Lucman dan Frans Tunggono murni tindak pidana penipuan.

Penasehat hukum PT Roda Mas Baja Inti Rudianto Lallo yang dikonfirmasi terpisah mengaku sangat mengapresiasi keputusan PN Jaksel yang menolak praperadilan John Lucman. Menurutnya, penangkapan yang  dilakukan pihak Kejari Makassar terhadap terpidana Jhon Lucman hanya menjalankan putusan MA selaku eksekutor. “Ini sangat jelas sesuai ketentuan 270 KUHP. Ditolaknya gugatan praperadilan membuktikan bahwa penangkapan yang dilakukan oleh kejaksaan benar menurut hukum,” tegasnya.(RS8)