Polda Akan Ungkap Tersangka Kasus Gula Rafinasi

Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani. foto: jpg

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Polda Sulsel melalui Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) yang menjadi koordinator satgas pangan, akan melaksanakan gelar perkara, untuk mengungkapkan tersangka kasus gula rafinasi, Kamis (13/7). Dalam kasus tersebut, Satuan Tugas (Satgas) Pangan menemukan 5.000 ton gula rafinasi di gudang UD Benteng Baru, beberapa waktu lalu.

“Kamis besok (hari ini, red) kita akan ungkap tersangka kasus gula rafinasi,” ujar Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani diberitakan Rakyat Sulsel, Kamis (13/7).

Terkait indikasi kuat mengarah pada pemilik UD Benteng Baru yang tak lain adalah Ridwan Tandiawan, Dicky Sondani enggan membeberkan siapa pelaku utama dalam peredaran gula ilegal tersebut. “Nantilah kalau itu, kalian tahu sendiri,” kata Dicky Sondani.

Sebelumnya, Direktur Dirreskrimsus Polda Sulsel, Kombes Pol Yudiawan Wibisiono, mengatakan, dalam penentuan tersangka tidak semudah dengan kasus yang lainnya. Butuh penyidikan yang lebih mendalam, agar nantinya berkas yang sudah dikumpulkan tidak dianggap lemah.

“Kalau semua mau mengikuti asumsi dan desakan masyarakat, tentu kami tidak bisa demikian, karena semuanya butuh bukti,” ujar Yudi, sapaan akrab Yudiawan Wibisiono.

Seperti diketahui, kasus gula rafinasi ditemukan oleh Satgas Pangan Sulsel dibawah koordinasi Dirreskrimsus Polda Sulsel beberapa waktu lalu bersama KPPU, Disperindag Sulsel dan instansi lainnya, di Gudang UD Benteng Baru.

Dalam aturannya, gula rafinasi peredarannya tidaklah dilarang asal dalam wilayah produksi pabrik. Namun dalam perjalannya, gula rafinasi untuk pabrik dikelola dalam bentuk kemasan untuk diedarkan dan dikonsumsi masyarakat luas dengan merek Sari Wangi. Efek dari konsumsi gula rafinasi tersebut, dapat mengakibatkan diabetes bahkan kanker. (***)