SELASA , 21 AGUSTUS 2018

Polda Amankan 21 Jukir Ilegal

Reporter:

Armansyah

Editor:

Sofyan Basri

Minggu , 22 Juli 2018 22:58
Polda Amankan 21 Jukir Ilegal

Walikota Makassar, Danny Pomanto memberikan keterangan kepada awak media

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Tim Saber Pungli Direktorat Kriminal Umum (Dirkrimum) dan Tim khusus Polda Sulsel berhasil melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap 21 Juru Parkir (Jukir) ilegal alias Jukir liar yang berkeliaran di depan Gor Sudiang, Minggu (22/7).

Tim Saber Pungli Polda Sulsel berhasil mengamankan barang bukti berupa uang tunai Rp 6.791.600. Kuat dugaan, uang tersebut berasal dari penarikan tarif parkir tanpa tiket (karcis) oleh Jukir liar.

Terkait hal itu, Wali Kota Makassar, Danny Pomanto mengaku mendukung adanya Tim Saber Pungli untuk memberantas Jukir liar yang meresahkan warga Kota Makassar.

Orang nomor satu di Kota Makassar itu juga mengatakan bahwa maraknya Jukir liar membuktikan kinerja Perusahaan Daerah (PD) Parkir sangat buruk dalam penanganan perparkiran di Kota Makassar.

“Kita menghargai dan mesupprot (mendukung) itu, karena parkir selama ini tidak punya kontribusi bagi Pemerintah Kota (Pemkot),” kata Danny.

Ia menilai, seharusnya PD Parkir bisa menata perparkiran dengan melihat Kota Makassar sebagai tujuan wisata baik lokal maupun internasional.

Sementara, kata dia, dengan parkiran liar dan tidak tertata dengan baik. Apalagi, tertangkapnya 21 jukir liar akan berdampak pada penilaian Kota Makassar.

“Prinsipnya kita dukung Tim Saber Pungli ini, untuk Kota Makassar dua kali tambah baik. Kita akan evaluasi PD Parkir,” ungkapnya

Diketahui, kinerja PD Parkir Makassar Raya terbilang buruk, pasalnya program-program yang menjadi andalanpun kini menghilang tanpa jejak.

Sebut saja diantaranya adalah parkir online yang digagasnya pada 54 titik yang jadi awal munculnya parkir online, kini sudah tidak berjalan lagi. Padahal anggaran yang disediakan PD Parkir cukup besar.

Tidak sampai disitu, penataan parkir pada beberapa titik jalan tak berjalan mulus. Bahkan kerap terjadi kemacetan akibat ketidak pahaman jukir dalam mengelola perparkiran yang berimbas ke Dinas Perhubungan (Dishub).


div>