SENIN , 24 SEPTEMBER 2018

Polda Bekuk Dua Pelaku Pembobol ATM Lintas Provinsi

Reporter:

Editor:

dedi

Selasa , 04 April 2017 20:28
Polda Bekuk Dua Pelaku Pembobol ATM Lintas Provinsi

int

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Dua pelaku pembobol ATM lintas provinsi asal Lampung berhasil digagalkan Tim Khusus Polda Sulsel. Keduanya yakni Rosikin dan Hermansyah. Mereka diketahui, sudah enam bulan terakhir beraksi di Kota Makassar.

Rosikin dan Hermansyah diciduk oleh polisi di dua tempat yang berbeda. Rosikin dibekuk oleh Timsus Polda Sulsel didampingi oleh Resmob Polres Lampung saat berada di Lampung. Sedangkan, Hermansyah ditangkap di Serang Banten.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani mengatakan, pelaku adalah pembobol ATM BRI RSUD Kabupaten Barru, Jl HM Sewang, Kelurahan Cappo, Kabupaten Barru, Jumat (31/3) lalu.

Menurutnya, meski melancarkan aksinya tidak menggunakan alat yang canggih, komplotan pembobol ATM ini mampu menggasak uang hingga ratusan juta.
“Cara mereka melakukan aksinya bukan modus baru, mereka berhasil membobol ATM dengan mengganjal mulut tempat uang tersebut keluar dengan korek gas,” ujar Dicky saat ditemui di ruangan Dit Reskrimum Polda Sulsel, Selasa (4/4).

Komplotan pembobol ATM, lanjut dia, sudah dua kali beraksi di Kabupaten Barru. “Dia pakai ATM BRI asli miliknya yang memiliki saldo Rp 750 ribu, jadi saat uang mau keluar diganjallah dengan korek gas itu, dan itu dilakukan sebanyak 63 kali dan menghasilkan uang sebesar Rp 165 juta,” katanya.

Sementara itu, Direktur Direktorat Kriminal Umum Polda Sulsel, Kombes Pol Erwin Zadma mengatakan, pelaku sudah sembilan kali beraksi di wilayah Polda Sulsel sejak tiga bulan lalu.

“Sudah 9 kali mereka beraksi, ada di Palopo, Takalar, Bantaeng, Bulukumba, dan terakhir di Barru di ATM BRI RSUD Barru. Jadi kalau rata-rata mereka mengambil ratusan juta tiap kali beraksi bisa mencapai miliyaran yang mereka ambil,” ungkapnya Erwin.

Ia mengungkapkan, keduanya mengaku melakukan tindak kejahatan tersebut atas suruhan bosnya berinisial TH yang saat ini tengah dalam pencarian Polda Sulsel bersama tiga pelaku lainnya.

“Menurut mereka sih di beri upah Rp 8 juta. Tapi pengakuan keduanya sudah 6 bulan tak pernah ketemu oleh TH,” tandasnya.

Atas tindak kejahatan yang dilakukannya, pelaku dijerat Pasal 363 KUHP Tentang Pencurian dan Pemberatan dengan hukuman penjara diatas lima tahun.


div>