Polda Belum Tetapkan Tersangka Kasus Gula Rafinasi

Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani, memberi keterangan terkait gula rafinasi ilegal di UD Benteng Baru, Jl Tol Ir Sutami, Makassar, Senin (22/5) lalu. Petugas menemukan 107.360 sak gula atau sebanyak 5000 ton gula rafinasi yang tidak memiliki izin edar. Foto: qudratullah/rakyatsulsel.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Polda Sulsel belum menetapkan tersangka dalam kasus peredaran gula rafinasi. Padahal, polisi sudah menyita sekitar 5.000 ton gula tidak layak edar tersebut dari gudang UD Benteng Baru, milik Ridwan Tandiawan.

Lembaga Anti Corruption Committe (ACC) Sulawesi menuding, ada semacam modus yang sengaja dilakukan penyidik Polda, dengan mengulur waktu penuntasan kasus.

Wakil Direktur ACC, Kadir Wokanubun, mengatakan, harusnya pihak penyidik Polda Sulsel transparan dalam penanganan kasus, agar masyarakat mengetahui perkembangan kasus gula ilegal tersebut.

“Makanya bagi kami, ini modus yang sengaja dimainkan oleh Polda. Apalagi di beberapa kasus korupsi, Polda selalu menjanjikan penetapan tersangka maupun penuntasan kasus, namun faktanya hanya janji yang minim realisasi,” tuding Kadir Wokanubun diberitakan Rakyat Sulsel, Senin (17/7).

Ia menambahkan, dengan mengumbar janji ini, baik media maupun masyarakat bisa perlahan lahan tidak lagi menggubris kasus-kasus korupsi. Olehnya itu, Kadir mendesak dan meminta agar Kapolda bertindak, apalagi melihat pola penanganan kasus Korupsi oleh penyidiknya sangat mengecewakan dan terlihat tidak menjadi agenda prioritas.

“Seolah-olah kasus korupsi ini kasus pidana biasa. Makanya kalau memang tidak serius, kita minta agar Polda tidak usah saja menangani kasus korupsi,” terangnya.

Menanggapi hal itu, Wakil Direktur Reserse Kriminal Khusus (Wadirreskrimsus) Polda Sulsel, AKBP Yuliar, mengatakan, pihaknya tidak ada niat untuk mengulur-ulur waktu dan tidak transparan dalam pengungkapan kasus. Tetapi, penanganan harus mengikuti aturan karena ada SOP.

“Semua masih dalam proses, kita transparan. Penyidikan tidak segampang dugaan orang, semua lewat proses dan ada SOP nya. Tidak usah kuatir, semua transparan,” tegas Yuliar. (***)