JUMAT , 14 DESEMBER 2018

Polda Dalami Pengedaran Sabu di Lapas Bolangi

Reporter:

Editor:

doelbeckz

Minggu , 10 April 2016 22:23
Polda Dalami Pengedaran Sabu di Lapas Bolangi

Ilustrasi Sabu.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL,COM – Setelah Kepolisian meringkus dua oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS), yakni Reinaldy Hens Reppy (34) dan Yusri (34), yang diduga mengendalikan peredaran sabu di Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Narkotika Bolangi, Kabupaten Gowa, Sabtu (9/4), kini pihak Polda Sulselbar akan mendalami kasus ini.

Humas Polda Sulselbar, Komisaris Besar Frans Barung Mangera, mengatakan, jika saat ini pihaknya masih melakukan pendalaman peran atas keterlibatan dua oknum Sipir Lapas Bolangi tersebut.

“Kepolisian masih melakukan pengembangan. Adapun, proses hukumnya nanti diserahkan ke Polres Gowa. Intinya, dua pegawai itu diduga kuat terlibat dalam jaringan peredaran narkotika di dalam lapas,” ujarnya, Minggu (10/4).

Pada saat melakukan penyelidikan mendalam kepada dua sipir tersebut pihak kepolisian juga telah menemukan beberapa bukti dari mereka. “Kita temukan dua bong, satu timbangan, dan satu korek gas dari Reinaldy. Adapun, dari Yusri uang Rp18 juta yang diduga hasil transaksi narkoba dan salah satunya (Renaldy) dari hasil tes urinenya positif,” terangnya.

Pengerbekan yang dilakukan Kepolisian di Lapas Narkotika Bolangi merupakan salah satu rangka Operasi Bersinar (Berantas Sindikat Narkoba) tahun 2016 dengan mengerahkan 250 polisi dan sejumlah anjing pelacak.

Sementara, Kepala Lapas Narkotika Bolangi, Erwedi Supriyatno, mengatakan, tidak ada ampun bagi oknum sipir yang terlibat jaringan narkotika dengan pemberian sanksi pemecatan jika perbuatan mereka berdua terbukti bersalah.

“Instruksi Menteri Hukum dan HAM sudah sangat jelas, siapa pun yang terlibat akan dipecat. Kami tinggal menunggu hasil pemeriksaan dari kepolisian. Kalau memang terbukti masuk jaringan, ya dipecat,” ujarnya. (***)


div>