RABU , 21 NOVEMBER 2018

Polda Dianggap Kurang Serius

Reporter:

Editor:

doelbeckz

Jumat , 12 Mei 2017 10:54
Polda Dianggap Kurang Serius

Ilustrasi.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Keseriusan Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) Kepolisian Daerah (Polda) Sulsel dipertanyakan dalam penanganan kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang menyeret, oknum pegawai Badan Pertanahan Negara (BPN) Kabupaten Gowa inisial FS, Februari 2017 lalu.

Wakil Direktur Anti Corruption Commitee (ACC), Kadir Wokanubun menilai kasus yang ditangani oleh Tim Siber Pungli Polda Sulsel seolah-olah dianggap remeh. Pasalnya, Kepala Sub Seksi Pendaftaran Tanah yang terjaring tersebut hingga saat ini belum ditahan.

“Kami menilai memang ini upaya yang tidak serius oleh tim Saber Pungli Polda Sulsel. Hanya heboh di awal, namun senyap kemudian,” tegas Kadir diberitakan Rakyat Sulsel, Jumat (12/5).

Menurut Kadir, kasus ini masih menjadi perhatian masyarakat Sulsel khususnya di Kabupaten Gowa. Menurutnya, tidak ada alasan tersangka yang tertangkap tangan tidak dilakukan penahanan karena sudah jelas melakukan pelanggaran hukum.

“Kalaupun serius maka sebaiknya memang ditahan. Lagian ini kasus tertangkap tangan kenapa harus dilepas?,” tegas Kadir.

Ia mengatakan, pihaknya akan tetap melakukan pengawasan dan pengawalan terhadap kasus ini.

“Pola penanganan seperti ini menunjukkan bahwa tim Saber Pungli PoldaSulsel tidak serius dalam pengusutan kasus pungli,” tambah Kadir.

[NEXT-RASUL]

Sementara itu, Direktorat Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Sulsel, Kombes Yudiawan Wibisiono mengatakan, pihaknya masih bekerja dengan menyelesaikan berkas penanganan kasus OTT BPN Gowa tersebut.

“Saat ini, tim sedang membuat resume akhir dan Senin atau Selasa depan tahap 1 kita kirim ke JPU,” ujar Yudiawan.

Sementara itu, terkait upaya penahanan tersangka, Yudiawan mengakui, dirinya tidak melakukan penahanan karena masih menunggu hasil akhir perhitungan dari BPKP.

“Perhitungan resmi dari BPKP belum ada, nah kalau detail tanya ke humas dan penyidik yang tangani,” kata Yudiawan. (***)


div>