SENIN , 11 DESEMBER 2017

Polda Dinilai Gagal Tangani OTT BPN Gowa

Reporter:

Ramlan

Editor:

asharabdullah

Kamis , 07 Desember 2017 13:55
Polda Dinilai Gagal Tangani OTT BPN Gowa

BPN Gowa. (int)

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Direktorat Kriminal Khusus Polda Sulsel mengklaim telah melipahkan (P21) kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) Badan Pertanahan Nasional (BPN) Gowa, ke Kejaksaan Tinggi Sulsel.

Direktur Direktorat Kriminal Khusus, Kombes Yudhiyawan Wibisonodi mengtakan, dalam kasus tersebut, pihaknya telah menetapkan dua orang tersangka sama seperti awal penanganan kasus ini. Salah satunya menjerat oknum pejabat Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Gowa bersama salah seorang kurir yang membawa uang.

Dua tersangka ini yakni Kasubsi Pendaftaran Tanah berinisial FS dan kurirnya MR dianggap melakukan pungutan liar untuk pengurusan dokumen tanah, dan tertangkap tangan oleh tim saber pungli.

“Kita sudah tetapkan dua tersangka tersebut, dan sejak November kemarin sudah kita serahkan alias dilimpahkan ke Kejaksaan Tinggi Sulsel untuk dilanjutkan ketahap selanjutnya,” katanya.

Sementara kasubdit Tipikor, AKBP Leonardo yang ditanyai perihal ada tidaknya pengembangan kasus ini dan potensi adanya tersangka baru, enggan bicara banyak. Ia mengaku menunggu hasil persidangan nantinya. “Kita tunggu kasus ini dipersidangan saja, kalau ada faktanya yah kita bakal tindak lanjuti,” singkatnya.

Sementara, Kejaksaan Tinggi Sulsel melalui Kasi Penerangan Hukumnya, Salahuddin, membenarkan pelimpahan kasus tersebut dan mengaku telah menerimanya. “Benar sudah dinyatakan lengkap sejak 23 November kemarin, tapi kita tunggu kesiapan Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk kemudian dilakukan tahap II,” terangnya.

Semetara, investigator Anti Corruption Commitee (ACC) Sulawesi, Angga Reksa menilai, dalam kasus ini Polda gagal menjadikan kasus ini sebagai pintu masuk untuk membongkar maraknya pungli pada instansi pertanahan tersebut.

“Dulu janjinya akan dilakukan pengembangan, tapi sampai sekarang sudah di P21 secara tiba tiba, ternyata tersangkanya itu itu saja,” katanya. (*)


div>