SABTU , 22 SEPTEMBER 2018

Polda-Kemenkumham Kehilangan Jejak

Reporter:

Editor:

doelbeckz

Senin , 15 Mei 2017 10:02
Polda-Kemenkumham Kehilangan Jejak

Ilustrasi.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Kepolisian Daerah (Polda) Sulsel dibantu Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Sulsel masih terus mengejar tiga Narapidana (Napi) yang kabur dari Lembaga Pemasyarakatan (LP) Klas I Makassar, beberapa waktu lalu.

“Saat ini masih dilakukan pengejaran terhadap tiga napi kelas berat tersebut dan belum ada perkembangan,” ujar Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani diberitakan Rakyat Sulsel, Senin (15/5).

Sementara, Kapolda Sulsel, Irjen Pol Muktiono menyebutkan, pihaknya sudah membentuk tim yang tergabung dalam Kemenkumham Pusat dan Sulsel. Pihaknya mengutus 14 personel dari Polda dan Polrestabes yang akan diturunkan untuk melakukan pengejaran dan investigasi.

“Semua informasi kita sebarkan ke seluruh polsek di Sulsel serta meningkatkan penjagaan di perbatasan baik di laut maupun di darat,” ungkap Muktiono.

Ia menambahkan, tugas Tim Gabungan ini tebagi-bagi. Polda Sulsel melakukan pengawasan di Sektor Lapas kelas I Makassar. Tim dari Kemenkumham Pusat dan Sulsel melakukan investigasi mengenai gergaji kecil yang ditemukan di Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Kepala Kantor Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Wilayah Sulsel, Sahbuddin Kilkoda mengatakan, timnya telah melakukan pemeriksaan terhadap delapan petugas penjaga. “Kita tunggu saja hasilnya,” ujar Sahbuddin.

Ia melanjutkan, Tim Gabungan yang berjumlah empat orang sudah bekerja maksimal dan terus melakukan penyelidikan selama kurang dari seminggu pasca kaburnya tiga tahanan kelas berat tersebut. “Kita belum tahu hasilnya karena mereka membawa berkasnya ke Jakarta,” ungkap Sahbuddin.

[NEXT-RASUL]

Ia mengakui bahwa LP Kelas I Makassar memang melebihi kapasitas dari jumlah ideal setiap lapas. “Kalau soal jumlah memang jumlahnya beda-beda setiap lapas, kalau mau tahu lebih rinci silahkan ke Kalapas,” ungkapnya.

Tahanan Klas I Makassar yang kabur adalah Iqbal Alias Bala (terpidana hukuman mati) warga binaan Asal Luwu Timur, Rizal bin Budiman alias Ical (terpidana hukuman seumur hidup) berasal dari Papua dan Muh Tajrul Kilbaren bin Kalbaren alias Arun (terpidana hukuman seumur hidup) berasal dari Papua.

Ketiganya kabur dengan cara memotong besi kamar kemudian melalui gorong-gorong lalu melompati tembok pembatas. (***)

 


div>