SABTU , 22 SEPTEMBER 2018

Polda Lamban Tuntaskan Kasus Gula Rafinasi

Reporter:

Ramlan Makkaratang

Editor:

asharabdullah

Jumat , 13 Juli 2018 10:30
Polda Lamban Tuntaskan Kasus Gula Rafinasi

Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani, memberi keterangan terkait gula rafinasi ilegal di UD Benteng Baru, Jl Tol Ir Sutami, Makassar, Senin (22/5) lalu. Petugas menemukan 107.360 sak gula atau sebanyak 5000 ton gula rafinasi yang tidak memiliki izin edar. Foto: qudratullah/rakyatsulsel.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Kasus peredaran gula rafinasi yang ditangani penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus) Polda Sulsel hingga kini tak kunjung menemukan titik terang.

Progres penanganan kasus ini dari kepemilikan Ridwan Tandiawan yang terus bergulir hingga setahun lamanya tersebut masih saja berjalan di tempat.

Kasus ini pun sebelumnya sempat berlanjut hingga ke praperadilan di Pengadilan Negeri (PN) Makassar, namun dalam praperadilan tersebut tetap dimenangkan.

Meski demikian, kekalahan terhadap penyidik Dit Reskrimsus Polda Sulsel tak menghentikan kepeyidikan. Dalam kasus ini, Kepolisian akan terus kembali melanjutkan penyidikan untuk mengungkap peredaran gula rafinasi yang tak layak konsumsi itu.

Direktur Direktorat Kriminal Khusus Polda Sulsel, Kombes Pol Yudiawan Wibisono, mengatakan, dalam kasus ini, pihaknya masih terus bekerja untuk meminta para saksi ahli terkait perizinan peredaran gula rafinasi tersebut.

“Jadi masih penyidikan, terus kita memintakan ahli termasuk saksi yang terkait dengan masalah izin,” terangnya, Kamis (12/7) kemarin.

Yudiawan mengungkapkan, proses tahap penyidikan awal kasus ini telah batal. Hal itu berdasarkan Surat Penghentian Penyidikan (SP3) yang telah dikeluarkan penyidik.

“Kalau yang pertama kan batal, sudah kita SP3. Jadi masih penyidikan cuma kan kita harus meminta keterangan dari beberapa pihak yang terkait masalah perizinan dan ahli juga,” ungkapnya.

Terpisah, Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani, mengatakan hal serupa. Menurutnya, meski penyidkan awal sempat batal, namun penyidik berencana akan kembali melakukan tahap penyidikan.

“Masih penyidikan, memang penyidikan awal kan batal, makanya akan dilakukan penyidikan ulang oleh Dir Rskrimsus,” jelasnya.

Menanggapi hal ini, salah satu Pakar Hukum Universitas Muslim Indonesia (UMI), Prof Laode Husein, menilai, penaganan kasus ini harus segera dituntaskan.

“Ini kan sekarang kalau sudah dilakukan penyidikan kemudian disampaikan SPDP dengan Kejaksaan. Ada proses pengumpulan bukti, Polisi kemudian mengumpulkan bukti-bukti untuk kemudian dilakukan penyidikan tahap 1,” terangnya. (*)


div>