JUMAT , 25 MEI 2018

Polda Periksa 6 Saksi Kasus Gula Rafinasi

Reporter:

Editor:

asharabdullah

Kamis , 25 Mei 2017 17:56
Polda Periksa 6 Saksi Kasus Gula Rafinasi

Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani, memberi keterangan terkait gula rafinasi ilegal di UD Benteng Baru, Jl Tol Ir Sutami, Makassar, Senin (22/5) lalu. Petugas menemukan 107.360 sak gula atau sebanyak 5000 ton gula rafinasi yang tidak memiliki izin edar. Foto: qudratullah/rakyatsulsel.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Pasca penggerebekan dan penyegelan salah satu distributor terbesar pasokan Gula Rafinasi di Gudang UD. Benteng Baru pemilik Ridwan Tandiawan, Sabtu (20/5) lalu, Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Sulsel memeriksa 6 orang saksi yang terlibat dalam proses pendistribusian Gula Rafinasi.

Hal itu dibenarkan oleh Direktur Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Sulsel, Kombes Pol Yudiawan Wibisiono, Dia mengatakan, pihaknya akan berupaya menyelesaikan kasus ini sampai tuntas. karena menurutnya, peredaran Gula rafinasi yang peruntukkannya bagi Industri kini dinikmati masyarakat luas yang berbahaya bagi kesehatan.

“Sudah enam orang yang diperiksa,” singkat Yudiawan Wibisiono saat dikonfirmasi via whastapp, Kamis (25/5/17)

Ia menegaskan, semua yang terlibat bahkan pemilik dari UD. Gudang Benteng Baru yaitu Ridwan Tandiawan yang juga pemilik dari Suzuki Galesong akan diperiksa.

Yudiawan menambahkan, terkait belum adanya penahanan bahkan belum adanya penetapan status tersangka, ia mengakui bahwa pihaknya harus mengikuti prosedural yang berlaku.

“Kita belum periksa pemiliknya (Ridwan Tandiawan) dan belum ada penetapan tersangka karena harus gelar perkara dulu sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) tapi Sudah ada Surat Perintah Penyidikan (Sprindik),” ujar Yudiawan Wibisiono.

Informasi yang dihimpun bahwa keenam tersangka tersebut terdiri kepala gudang distributor UD Benteng Baru, buruh perusahaan dan staf administrasi dimana saat penggerebekan ditemukan 86,6 ton gula rafinasi yang siap edar yang dijual dengan kemasan merek Sari wangi dan dipasarkan dengan harga Rp 11.400 per kilo dengan prediksi keuntungan mencapai 987 Juta Rupiah.


div>