RABU , 14 NOVEMBER 2018

Polda Sulsel Amankan Joki CPNS Kemenkumham

Reporter:

Sugihartono

Editor:

Iskanto

Senin , 29 Oktober 2018 09:40
Polda Sulsel Amankan Joki CPNS Kemenkumham

ilustrasi (Rakyatsulsel)

MAKASSAR,RAKYATSULSEL.COM – Jajaran Polda Sulawesi Selatan berhasil mengamankan Martinus, setelah kedapatan menjadi joki pada pelaksanaan tes calon pegawai negeri sipil ( CPNS) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) di Makassar, saat mengikuti tes seleksi CPNS di Kantor RRI, Jl Ribuane Kota Makassar, Minggu (28/10).

Martinus yang merupakan warga Jalan Pasar Baru Sunter, Jakarta Pusat datang ke Makassar untuk menggantikan Musriadi warga Pallaka, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, yang mengikuti tes CPNS di lingkup Kemenkumham.

Kepala Bidang (Kabid) Hubungan Masyarakat (Humas) Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani menjelaskan jika yang bersangkutan diketahui adalah joki berawal dari kecurigaan salah satu PNS Kemenkumham yang juga bertindak sebagai panitia, menemukan kartu peserta ujian yang berbeda dengan identitasnya (KTP) dengan salah satu peserta.

”Awalnya salah satu PNS Kemenkumham yang juga merupakan panitia penerimaan pada bagian verifikasi KTP dan Kartu Ujian menemukan perbedaan pada wajah di KTP dan Kartu Ujian sehingga dilaporkan pada anggota Polri yang bertugas di lokasi ujian,” ujar Dicky.

Setelah mendapat laporan, Dicky mengungkapkan Polisi melakukan penanganan dan langsung diserahkan kepada unit krimsus Polda Sulsel untuk dilakukan pengembangan.

”Tersangka kemudian diamankan oleh personil pengamanan dan saat ini tersangka diamankan oleh unit krimsus Polda Sulsel untuk pengembangan Kasus,” lanjut Dicky.

Dicky belum memastikan apakah Martinus bekerja sendiri ataupun berjejaring bersama kelompok lain yang juga berasal dari Jakarta, namun pihaknya berjanji akan melakukan penyelidikan guna mengembangkan penangkapan Martinus. Polisi hingga saat masih memeriksa Martinus guna proses penyelidikan lebih lanjut.

”Kami masih melakukan pemeriksaan, kami belum memastikan apakah Martinus sendirian datang ke Makassar, atau punya kelompok,” ujarnya.

Terkait berapa bayaran yang diterima oleh joki dan peran yang dijalankan masing-masing joki, Dicky mengaku jika pihaknya juga masih melakukan pendalaman dan pengembangan.

”Kami masih melakukan penyelidikan, dan pengembangan, besok (hari ini) baru akan kita rilis hasilnya,” tegas Dicky.(*)


div>