KAMIS , 22 FEBRUARI 2018

Polda Sumut Diteror, Polisi Tetapkan 3 Tersangka

Reporter:

Editor:

doelbeckz

Selasa , 27 Juni 2017 13:59
Polda Sumut Diteror, Polisi Tetapkan 3 Tersangka

Ilustrasi.

JAKARTA – Jajaran Polda Sumatera Utara (Sumut) terus mengusut kasus teror penyerangan markas kepolisian daerah tersebut yang terjadi pada Minggu (25/6) lalu.

Akibat dari serangan itu seorang petugas jaga Pelayanan Markas (Yanma), Aiptu Martua Sigalingging tewas usai ditikam pelaku. Dari hasil penyidikan sementara, tiga orang ditetapkan sebagai tersangka.

Berdasarkan data yang diterima dari Polda Sumut, ketiga tersangka tersebut yakni Ardial Ramadhana alias Hardi, Syawaluddin Pakpahan dan Boboy. Boboy merupakan sopir yang mengantarkan dua pelaku penyerangan.

Diketahui, Ardial Ramadhana tewas ditembak polisi di lokasi kejadian. Sedangkan Syawaluddin masih dirawat di RS Bhayangkara Polda Sumut dan Boboy sudah ditahan.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Rina Sari Ginting menerangkan, penyerangan itu diketahui pertama kali oleh Brigadir Erbi Ginting saat melakukan patroli di sekitar Mapolda Sumut sekira pukul 03.00 WIB.

Brigadir Erbi Ginting memergoki dua pelaku di dalam pos penjagaan dan menegurnya. Kedua pelaku kemudian mengejar Erbi Ginting dengan mengacungkan pisau.

Tidak ingin mati konyol, Brigadir Erbi Ginting kemudian berlari dan berteriak minta tolong kepada petugas Brimob yang bertugas di pintuk masuk (Pintu I) Mapolda Sumut.

[NEXT-RASUL]

Mendengar teriakan tersebut, petugas Brimob kemudian mengejar pelaku. Bukannya takut, kedua pelaku justru mengejar balik petugas Brimob dengan meengacungkan sebilah pisau sambul berteriak “Saya sudah membunuh polisi, Allahuakbar!!”

Mendengar teriakan tersebut, anggota piket Brimob lainnya berdatangan dengan memberikan tembakan peringatan ke atas. Namun pelaku tetap menyerang. Dengan terpaksa petugas piket melakukan tindakan tegas dengan menembak pelaku.

Ardial Ramadhana alias Hardi alias Hardi BW (34) tewas di tempat. Sedangkan satu orang pelaku lainnya atas nama Syawaluddin Pakpahan (43) mengalami luka tembak pada bagian pahanya.

Kemudian petugas piket Brimob melakukan pengecekan kedalam pos piket 3 (pintu keluar) ditemukan salah seorang petugas piket Pelayanan Markas (Yanma), yakni Aiptu Martua Sigalingging dalam keadaan telah meninggal dunia dan terdapat luka tusuk di bagian leher korban.

Pada pukul 05.00 WIB, kedua pelaku dan korban dibawa ke rumah sakit Bhayangkara Polda Sumut untuk visum et repertum (VeR).

“Tersangka dikenakan pasal 6, 7, Perppu No. 1 tahun 2002 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme dan pasal 340 KUHP Pembunuhan Berencana,” sebut Rina Sari Ginting. (jpg)


div>