RABU , 12 DESEMBER 2018

Polda Telusuri Investasi Lain Abu Tours

Reporter:

Ramlan Makkaratang

Editor:

asharabdullah

Selasa , 06 Maret 2018 13:15
Polda Telusuri Investasi Lain Abu Tours

Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol. Dicky Sondani

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Penyidikan kasus biro perjalanan umrah Abu Tours oleh penyidik Subdit II Fismondev Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sulsel terus berlanjut.

Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Dicky Sondani mengatakan peyidikan kasus Abu Tours yang tercatat sebanyak ratusan jumlah laporan jemaah yang tak kunjung diberangkatkan akan tetap berlanjut hingga menjadwalkan pemanggilan CEO Abu Tours.

“Jadwal pemanggilan CEO nya kita belum ada tapi yang kita panggil itu adalah direkturnya dulu. Abu Tours kemarin itu sudah bertambah jumlah pelapornya. Sudah ada empat ratusan jumlah pelapornya itu. Jadi nanti kasus Abu Tour itu akan tetap kita lanjutkan,” urainya.

Saat ini, lanjut Dicky, penyidik sementara menelusuri dugaan investasi yang dilakukan pimpinan Abu Tours yang diduga menggunakan uang jemaah.

“Makanya kita harus periksa para Direktunya, itu kan peryataan para pegawai Abu Tours. Itu kita tetap akan kejar di mana diinvestasikan itu. Apakah diinvestasikan di luar negeri, dalam bentuk apa atau bagaimana? Harus pelan-pelan untuk menelusuri ini,” bebernya.

Dicky menambahkan, dalam penyidikan tersebut, penyidik terlebih dahulu akan mengumpulkan alat bukti dan sejumlah keterangan pihak Abu Tours. Pasalnya untuk menetapkan tersangka kasus penyelengaraan umroh dan haji ini perlu dilengkapi dengan alat bukti yang cukup.

“Untuk dilakukan penetapan tersangka, ini kan untuk membuat alat bukti yang cukup kan, keterangan-keterangan daripada Abu Tours itu harus lengkap,” katanya.

Lanjut Dicky, pihaknya akan melakukan penyidikan secara perlahan hingga kasus tersebut tuntas. “Jadi lebih baik kita jalan secara pelan-pelan, kita maksimalkan dulu alat buktinya baru kita tentukan tersangkanya. Kalau kita tentukan tersangkanya pagi-pagi nanti kemudian alat buktinya tidak cukup kan bahaya itu,” katanya. (*)


div>