SENIN , 20 NOVEMBER 2017

Polda Tetap Usut Kematian Rezky

Reporter:

Editor:

doelbeckz

Rabu , 08 Juni 2016 21:18
Polda Tetap Usut Kematian Rezky

Ilustrasi.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Keluarga Rezky Evienia Syamsul (22), mahasiswi Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar yang meninggal usai mengikuti pendidikan dan latihan dasar Tim Bantuan Medis (TBM) di Malino Kabupaten Gowa, memang telah mencabut laporannya di kepolisian. Termasuk menolak melakukan otopsi.

Meski demikian kasus kematian mahasiswi asal Mamuju, Sulbar ini, tetap berlanjut di ranah hukum.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sulsel, Kombes Pol Erwin Zadma, mengatakan, proses kasus tersebut masih tetap bergulir di Polda Sulsel meski keluarga korban telah mencabut laporannya.

“Kasusnya masih dalam proses penyelidikan. Soal pihak yang akan dipanggil untuk dimintai keterangan, masih kita data,” kata Erwin.

Sementara, Kabid Humas Polda Sulsel, Frans Barung Mangera, menjelaskan, pihak kepolisian wajib menangani kasus tersebut. Ada atau tidak ada laporan pihaknya akan tetap melakukan penyelidikan kasus ini karena ada seseorang yang meninggal.

Frans Barung mangatakan, setelah keluarga korban mencabut laporan polisi, pihaknya akan kembali membuat laporan polisi Model A yang dibuat anggota Polri yang mengetahui adanya tindak pidana. Menurutnya, polisi menemukan beberapa kejanggalan dari kematian mahasiswi Kedokteran UMI tersebut.

“Rekonstruksi kasus sementara berlangsung. Akan kita lakukan bedah kasus. Menyangkut tentang gelar dulu, setelah itu baru langkah-langkah penyelidikan dan penyidikan,” urai Frans.

Selain itu, polisi juga akan meminta hasil visum awal korban. Frans menegaskan, jika jenazah akan diautopsi untuk pembuktian proses hukum.

“Dan kalau soal alasannya karena melakukan otopsi, polisi akan melakukan namanya pembuktian pasal 133 KUHP ayat 1, 2, dan 3 untuk dilakukan pembuktian berdasarkan kedokteran forensik. Bila tidak bisa dihindari lagi maka pihak kepolisian wajib memberitahukan kepada keluarga karena untuk memberikan pembuktian,” jelasnya.

Sebagaimana diketahui, Rezky Evienia Syamsul meninggal di Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo, Selasa (7/6). Rezky mengembuskan napas terakhir pukul 06.00 WITA. Korban tidak pernah sadar sejak masuk RSUP Wahidin Sudirohusodo pada Sabtu sore (4/6) lalu, usai mengikuti Pendidikan dan Latihan Dasar (Diksar) Tim Bantuan Medis (TBM) di Malino Kabupaten Gowa. (***)


div>