MINGGU , 23 SEPTEMBER 2018

Polda Tetapkan Ketua dan Wakil Ketua DPRD Enrekang Jadi Tersangka

Reporter:

Editor:

doelbeckz

Rabu , 05 April 2017 15:09
Polda Tetapkan Ketua dan Wakil Ketua DPRD Enrekang Jadi Tersangka

Kepala Bidang Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani, memberikan keterangan resmi ke wartawan. foto: asep/rakyatsulsel.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Kasus dugaan korupsi anggaran Bimbingan Teknik (Bimtek) DPRD Kabupaten Enrekang. Itu setelsh Polda Sulsel menetapkan tujuh orang tersangka dalam kasus ini, Rabu (5/4).

Dari tujuh nama itu, ada tiga legislator yang menjabat unsur pimpinan DPRD Enrekang. Masing-masing Banteng Kadang (Ketua DPRD dari PAN), Arfan Renggong (Wakil Ketua DPRD Enrekang dari Partai Golkar), dan Mustiar Rahim (Wakil Ketua DPRD Enrekang dari Partai Gerindra).

Empat tersangka lainnya adalah Sangkala Tahir yang menjabat Sekretaris Dewan (Sekwan), serta Gunawan, Nawir, dan Nurul Hasmi yang merupakan Event Organizer (EO) Bimtek DPRD Enrekang.

Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani, mengatakan, ketujuh orang tersebut ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan barang bukti yang ditemukan tim penyidik Polda Sulsel.

“Tadi sudah gelar perkara dan langsung ditetapkan tujuh orang tersangka,” ungkap Dicky Sondani saat memberikan keterangan resmi di Warung Kopi Dg Sija, Rabu (5/4).

Dijelaskan, tersangka melanggar aturan yang tertuang di Permendagri dalam melaksanakan Bimtek yang sebanyak 49 kali di tujuh kota, yakni Makassar, Jakarta, Yogyakarta, Solo, Surabaya, Bali, dan Lombok.

“Tidak ada MoU, tidak ada rekomendasi Badiklat Kemendagri, Penyelenggara tidak penuhi syarat, tidak memiliki legalitas,” jelasnya.

Adapun kerugian negara yang sudah dihitung awal dalam kasus tahun anggaran 2014-2015 tersebut oleh BPKP sebesar Rp855.095.650. (***)


div>