RABU , 19 DESEMBER 2018

Polda Tingkatkan Mobilitas Pengamanan Pilkada

Reporter:

asharabdullah

Editor:

Senin , 26 Februari 2018 12:45
Polda Tingkatkan Mobilitas Pengamanan Pilkada

Personel kepolisian memblokade massa pada simulasi pengamanan Pilkada Serentak, di Areal Trans Studio Mall, Jl Metro Tanjung Bunga Makassar, beberapa waktu lalu. foto: Dok. rakyatsulsel.

– Massa Kampanye Harus Tertib Lalulintas

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Polda Sulsel meningkatkan mobilitas pengamanan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2018. Satu unit helikopter jenis Dolphin dari Markas Besar (Mabes) Polri telah diturunkan.

Helikopter jenis Dolphin tersebut berkapasitas tujuh orang. Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani, menjelaskan, dalam rangka meningkatkan mobilitas dalam mengamankan Pilkada 2018 di Sulsel, Mabes Polri mengirim satu unit helikopter jenis Dolphin ke Polda Sulsel.

“Dengan adanya heli ini, maka pergerakan back up ke titik-titik tertentu dapat lebih cepat dan optimal,” katanya

Dicky menambahkan, helikopter jenis Dolphin ini diperuntukkan pada wilayah-wilayah yang rawan. Terlebih akan digunakan pada sejumlah akses daerah yang terbilang jauh.

“Helikopter tersebut juga bisa digunakan saat terjadi kerusuhan dan hal-hal yang tidak diinginkan di daerah,” terangnya.

Sementara, Karo Ops Polda Sulsel, Kombes Pol Stephen Napiun, menerangkan, helikopter tersebut diharapkan dapat membantu menjangkau daerah jauh. Dimana dalam hal ini, polisi membutuhkan kecepatan dan ketepatan selama pengamanan Pilkada Serentak 2018.

Selain itu, kata Stephen, peruntukannya pun dapat digunakan oleh personil atau Pejabat Utama (PJU) Polda Sulsel. “Siapa saja yang membutuhkan. Kadang kan dalam sehari kita harus berada di beberapa tempat yang berbeda dalam satu hari. Ini hanya ada sampai tahapan pilkada selesai,” pungkasnya.

Memasuki masa kampanye Pilkada Serentak 2018, Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sulsel juga mengimbau masyarakat dan simpatisan pasangan calon (Paslon) agar mengantisipasi kecelakaan lalu lintas saat kampanye berlangsung. Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Sulsel, Kombes Pol Agus Wijayanto, mengatakan, saat kampanye digelar, massa diharapkan agar tidak menggunakan mobil bak terbuka untuk mengangkut para pendukung lainnya.

Pasalnya sesuai aturan lalu lintas, mobil bak terbuka seperti Pick Up, Truk dan Tronton, tidak diperbolehkan memuat orang. Terlebih saat kampanye digelar.

“Larangan menggunakan bak terbuka untuk angkut peserta kampanye karena hanya untuk keselamatan masyarakat, jangan sampai jadi korban di jalan,” katanya, mengingatkan.

Menurutnya, jika hal itu dilakukan, tidak menutup kemungkinan akan banyak kasus yang terjadi. Sebab memuat orang menggunakan mobil bak terbuka dapat menyebabkan terjadinya kecelakaan yang mengancam nyawa para penumpang.

“Jika saja nanti masih ditemukan adanya tim Paslon atau simpatisan massa yang melanggar aturan hingga menyebabkan terjadi kecelakaan, maka resiko itu harus ditanggung sendiri dan akan diproses sesuai dengan hukum yang berlaku,” katanya.

Agus menambahkan, selain larangan menggunakan bak terbuka, Ditlantas Polda Sulsel juga meminta agar bagi para pengendara motor harus mengenakan helm standar dan tidak ugal-ugalan. Juga tidak berboncengan lebih dari dua orang pada saat kampanye.

“Terkadang saat kampanye dianggap serba boleh. Itu salah dan keselamatan orang tidak melihat saat kampanye atau tidak, dan buatlah kampanye yang santun, tertib sehingga masyarakat tertarik bukan sebaliknya,” imbaunya. (*)


div>