SELASA , 13 NOVEMBER 2018

Polemik Gempita Selayar, Diselesaikan di Warung Kopi

Reporter:

Editor:

dedi

Rabu , 15 Maret 2017 22:56
Polemik Gempita Selayar, Diselesaikan di Warung Kopi

int

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Polemik Kepemimpinan di tubuh Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Mahasiswa Pelajar Indonesia Tanadoang (DPP GEMPITA) Kepulauan Selayar periode 2014-2016. Selama kurang lebih 2 tahun sejak 2014 akhirnya menuai titik temu.

Tiga Kepemimpinan DPP Gempita Kepulauan Selayar tersebut adalah Suharlim, Mirsad Nizam dan Jasiruddin. Mereka yang selama ini mengklaim diri sebagai Ketua, akhirnya bertemu dan menuai titik kesepakatan untuk rekonsiliasi, Rabu (15/3) di Warkop 212, Jalan Todopuli, Kecamatan Panakukang, Makasaar.

Rekonsiliasi tersebut tertuang dalam bentuk Memorandum Of Understanding (MOU) yang ditandatangani oleh ketiganya. Dalam MOU itu tampak empat kesepakatan salah satunya adalah bersepakat melakukan Konferensi bersama, tidak ada lagi perpecahan didalam internal Dewan Pimpinan Pusat Gempita Kepulauan Selayar.

“Kita sudah bersepakat untuk melakukan Rekonsiliasi. Dalam rekonsiliasi itu, kita bersepakat untuk melakukan Konferensi bersama,” kata Suharlim.

Melalui, kesepakatan bersama, ketiga mantan aktivis mahasiswa itu menyatakan untuk bersatu dan menjaga nama baik organisasi serta marwah daerah yaitu Selayar yang kini mulai maju dan berkembang.

“Jadi dengan demikian, maka tidak ada lagi perpecahan didalam tubuh Kepengurusan DPP Gempita Selayar, semoga ini menjadi harapan kita semua,” tuturnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Mirsad Nizam, ia mengatakan keputusan ini sudah bersifat final sehingga hal yang berkaitan dengan kepentingan  ditinggalkan lagi.

“Kami telah bersepakat untuk Konferensi bersama. Kesepakatan ini kami buat tidak ada paksaan dari pihak manapun,” ungkapnya.
[NEXT-RASUL]
Sementara itu, Jasruddin menambahkan mereka ingin melihat organisasi ini lebih baik kedepan, tidak ada lagi faksi-faksi didalamnya.

Keputusan yang di sepakati hari ini adalah berdasarkan pertimbangan semua pihak untuk melihat generasi kedepan bisa bergembira.

Dengan demikian, kata Jeis sapaan akrab Jasiruddin, menghimbau kepada seluruh masyarakat Gempita Kep. Selayar untuk berpartisipasi dan turut mensukseskan Konferensi Bersama nantinya. Pasalnya, ini akan menjadi ajang silaturahmi paranta To silajara di tanah perantauan.

“Sukses dan tidaknya Konferensi bersama nantinya itu ada ditangan kita semua, kami berharap keputusan ini bisa diterima oleh seluruh Masyarakat Gempita Kepulauan Selayar, agar Konferensi nantinya bisa Happy Ending,” tutup Jasiruddin.

Sebelumnya, ketiga Kepemimpinan tersebut mulai terjadi sejak 2014 lalu. Terhitung dua tahun lamanya, ketiganya saling bersiteru. Akhirnya, malam ini ketiga Kepemimpinan itu telah bertemu dan melakukan Rekonsoliasi demi keberlangsungan Organasasi Gerakan Mahasiswa Pelajar Indonesia Tanadoang (Gempita) Kepulauan Selayar.


div>