RABU , 19 SEPTEMBER 2018

Polemik Pasar Sentral, Hari ini Relokasi Pedagang Batal

Reporter:

Armansyah - Alief

Editor:

asharabdullah

Sabtu , 05 Mei 2018 09:00
Polemik Pasar Sentral, Hari ini Relokasi Pedagang Batal

LODS SENTRAL. Puluhan pedagang pasar sentral berjejer di pinggir Jl Cokroaminoto, Senin (24/7) Masih enggan pindah ke gedung New Makassar Mal, kendati batas waktu relokasi dari PD hanya sampai tanggal 15 juli 2017 lalu. Dok. RakyatSulsel

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Polemik relokasi sejumlah pedagang pasar sentral seakan tak ada habisnya. Berbagai desakan dari pemerintah provinsi dan penolakan dari pedagang Pasar Sentral membuat Pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Makassar, Syamsu Rizal “galau” menentukan sikap.

Syamsu Rizal mengatakan, relokasi pedagang Pasar Sentral untuk masuk ke New Makassar Mall belum ada kepastian kapan waktu pelaksanaan relokasi. Pasalnya, kata dia, banyak alternatif-alternatif yang menjadi pertimbangan. “Belumpi dipastikan (relokasi),” ucap Syamsu Rizal, Jumat (4/5) kemarin.

Deng Ical–sapaan akrab Syamsu Rizal menambahkan, bahwa konsep relokasi akan dilakukan jika seluruh pedagang dengan sendirinya mau direlokasi oleh Pemerintah Kota Makassar dan pihaknya memberikan penjelasan mengenai hal apa yang akan menimpa pedagang jika lambat direlokasi.

“Kita ingatkan jika lambat dan di ramadhan baru mau masuk. Ini rugimu (pedagang), rugi omzet, rugi putaran ekonomimu, rugi keabsahan terutama daya dukung pemerintahnya, karena kalau mereka masuk sebelum ramadhan maka kita habis-habisan akan memback-up,” ungkap Deng Ical.

Deng Ical mengakui, keberadaan New Makassar Mall membuat opersional tidak berjalan maksimal pasalnya keinginan pedagang yang tidak ingin direlokasi.

“Pasti ada yang diuntungkan dan dirugikan kalau secara parsial, makanya kita tarik keatas, dari awal kita bilang, secara keseluruhan ekosistemnya Pasar Sentral mau di edukasi, jadi kalau ada diuntungkan sedikit, ada dirugikan sedikit itumi namanya win-win solution,” jelas Deng Ical.

Sementara itu, agenda relokasi yang dijadwalkan dilakukan Sabtu (hari ini, red) terpaksa dibatalkan. Plt Sekda Kota Makassar, Andi Muh Yasir mengatakan, bahwa sebelum direlokasi, pedagang Pasar Sentral itu akan dipertemukan semua kepentingan baik dari MTIR karena pedagang di lokasi Pasar Sentral bervariasi.

“Pasar Sentral itu ada yang punya sertifikat ada yang tidak, ada yang pedagang sebelum terbakar Pasar Sentral ada yang baru, kita ingin pertemukan mereka semua, apa kepentingan pedagang dan MTIR,” ucap Andi Muh Yasir.

Ia mengatakan bahwa pihaknya belum bisa menentukan pertemuan tersebut karena adanya pertimbangan lain seperti keinginan PKL yang tidak ingin pindah dan tetap di blok B padahal blok B tersebut bukan sepenuhnya milik PKL.

“Kalau ditanya target, kita tidak tahu yang jelas secepatnya, karena kita akan pertimbangan berbagai aspek yang ada di bawah,” pungkas Andi Muh Yasir.

Dewan Minta Pemkot Jangan Semena-mena

Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar mengimbau Plt Wali Kota Makassar, Syamsu Rizal tidak semena-mena dengan memaksakan kepada seluruh pedagang untuk direlokasi.

Ketua Komisi A Bidang Pemerintahan, Abdi Asmara mengatakan, rencana pemkot yang merelokasi paksa PKL ke Makassar New Mall (eks Pasar Sentral) semena-mena. Pasalnya, rencana tersebut diputuskan sepihak oleh pemkot tanpa persetujuan bersama.

“Tidak boleh ada pemaksaan disitu. Jangan dilakukan pembongkaran kalau memang pedagang tidak setuju ada pembongkaran,” kata legislator Partai Demokrat ini.

Lebih lanjut ia menjelaskan, sejak dulu Pasar Sentral sebagai salah satu pusat perbelanjaan di Kota Makassar sudah menjadi pusat perekonomian Kota Makassar. Ratusan warga menggantungkan hidupnya sebagai pedagang Pasar Sentral.

“Karena Pasar Sentral itu pusat perekonomian Kota Makassar sejak dulu, perekonomian masyarakat bertumpu disana. Jadi tidak boleh ada sifat arogansi dalam permasalahan ini,” tuturnya.

Karena itulah, ia mengimbau relokasi tersebut harus mendapat persetujuan bersama, baik dari pedagang, pengusaha, maupun Pemkot Makassar. Apalagi, sudah ada asosiasi yang mewakili suara pedagang dalam polemik berkepanjangan tersebut.

Ketua Asosiasi Pedagang Kaki Lima (Aspek 5), Muh Basir, mengatakan rencana relokasi tersebut mendapat penolakan dari sejumlah pedagang kaki lima yang tergabung dalam dua asosiasi, yakni Aspek 5 Makassar dan Himpunan Pedagang Informal Makassar (HIPIM).

“Sampai kapan pun kami tidak akan pindah karena kalau kami dipindahkan ke lantai tujuh otomatis tidak ada yang mau naik belanja karena semua singgah ke lantai bawah, lantas darimana kami bisa mendapatkan uang membayar lods?” ujarnya.

Ia pun mengaku menyayangkan Plt wali kota yang menggelar rapat tertutup terkait rencana relokasi pedagang Pasar Sentral tanpa melibatkan pihaknya.

“Rencana itu hanya kami dapatkan dari pihak luar, jika ada rapat persiapan relokasi. Kalau begini kan kesannya ada yang mereka mau tutupi dari kita, karena tidak melibatkan kami,” tutupnya. (*)


div>