SABTU , 26 MEI 2018

Polemik Pasar Sentral, Sumarsono Minta Semua Pihak Duduk Kembali

Reporter:

Al Amin

Editor:

asharabdullah

Rabu , 16 Mei 2018 10:23
Polemik Pasar Sentral, Sumarsono Minta Semua Pihak Duduk Kembali

Soni Sumarsono. (ist)

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Penjabat (Pj) Gubernur Sulsel, Soni Sumarsono, berharap para pedagang yang masih berjualan di luar area Pasar Sentral, khususnya yang masih menempati lapak sementara, sudah bisa ditata dan masuk ke dalam lods-lods yang sudah disiapkan minimal sebelum puasa.

Dia juga menekankan, agar pihak MTIR dan Pemkot harus duduk bersama untuk meninjau kembali soal harga dan ukuran lods yang ditawarkan ke pedagang.

“Harusnya semua saling memahami, tapi jangan sampai ada yang dirugikan. Perintahnya tolong kembali dikaji. Dengan catatan, jangan saling merugikan baik dari pihak pedagang, kedua pihak developer juga jangan dirugikan, yang ketiga costumernya juga harus diuntungkan,” harap Soni, Selasa (15/5) kemarin.

Untuk itu, dirinya menyerahkan sepenuhnya persoalan ini ke Pemkot Makassar, dalam hal ini Pemprov Sulsel hanya mengarahkan, supaya baik Pemkot, MTIR serta perwakilan pedagang bisa menemukan jalan keluar terbaik yang hasilnya win win solutian, alias menguntungkan semua pihak.

Selain itu, Sumarsono juga meminta agar dalam mengambil keputusan, jangan terlalu frontal. Tetap harus mempertimbangkan solusi dialogis. Khususnya terkait penentuan harga lods. Kalau bisa kembali ke titik kesepakatan yakni Rp42 juta per meter.

Khusus kepada para pedagang, ia juga meminta agar kooperatif serta menyadari untuk tidak berjualan terlalu lama di badan jalan, karena menimbulkan ketidaknyamanan bagi para pengguna jalan.

Pemkot juga, sambungnya, harus membuat tim promosi untuk menginformasikan kepada masyarakat soal keberadaan New Makassar Mall tersebut.

“Supaya banyak pembeli yang datang dan pedagang juga merasa nyaman, Pemkot harus mempunyai tim promosi,” ujarnya.

Ditanya soal tenggat waktu yang diberikan kepada pedagang untuk pindah, Soni mengatakan jika proses itu butuh waktu. Kemungkinan untuk memindahkan mereka sebelum lebaran dinilai terlalu berat.
“Pertanyaan walikota, Pak kalau gitu untuk lebaran kita belum bisa? Yah jangan dipaksakan, tapi secara dialogis harus jalan terus,” pungkasnya.

Beberapa minggu setelah ditunjuk Kemendagri menjadi Penjabat Gubernur Sulsel, Sumarsono pun turut ikut menyelesaikan persoalan pasar sentral yang cukup pelik dan berlarut-larut tanpa ada kejelasan jalan keluarnya.

Sebelumnya, Soni juga mengaku akan menyelesaikan langsung polemik tersebut jika Pemkot Makassar tidak bisa menyelesaikannya. Namun, sayangnya dirinya kini mengembalikan sepenuhnya diselesaikan oleh pemerintah kota Makassar.(*)


div>