JUMAT , 16 NOVEMBER 2018

Polisi Amankan Dua Joki CPNS Kemenkumham, Satu Oknum PNS Pemkot

Reporter:

Editor:

Iskanto

Jumat , 09 November 2018 10:48
Polisi Amankan Dua Joki CPNS Kemenkumham, Satu Oknum PNS Pemkot

Dua pelaku joki CPNS diamankan polisi.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Polisi kembali berhasil menangkap dua pelaku kecurangan CPNS Kemenkumham. Satu diantaranya merupakan oknum PNS yang bertugas di Koperasi Pemkot Makassar.

Keterlibatan oknum PNS, Andi Selamet alias Memet (30) ini juga berperan sebagai pembuat identitas palsu untuk para joki peserta CNPS Kemenkumham yang tertangkap sejak 28 Oktober lalu di Gedung RRI Jl. Riburane, Nomor 3.

Kecuarangan oknum Pegawai Koperasi Pemkot Andi Slamet (30) dan salah satu pelaku lainnya, Muhammad Rusman (33) warga Biringkanaya ini terungkap setelah para joki melakukan penyesuaian NIK yang berada pada kartu tes peserta CPNS dengan NIK KTP Peserta.

“Peran daripada kedua pelaku, merekalah yang membuat identitas palsu. Jadi pada saat kejadian 28 Oktober yang lalu, para joki masuk ke ruangan seolah-olah adalah peserta CPNS dengan menggunakan identitas palsu, Namun sebelum mereka akan memasuki tempat ujian CPNS, mereka harus mengikuti verifikasi antara kartu dan KTP ini tapi berbeda,” terangnya saat menggelar rilis di Mapolrestabes Makassar, Kamis (8/11).

Kombes Dicky menerangkan, kecurangan dengan pembuatan kartu tes palsu ini bukan kali pertama dilakukan oleh kedua pelaku. Namun pelaku juga telah melancarkan praktik ini pada tahun sebelumnya.

“Mengapa kok begitu sistematisnya, kegiatan yang mereka lakukan ini bukan yang pertama kali dilakukan, ini sudah sering dilakukan pada tahun tahun sebelumnya. Mungkin pada tahun ini kebijakan daripada Pemerintah cukup ketat, yang mana kalau dulu, Polri tidak dilibatkan,”terangnya

Menurutnya, kebijakan ini merupakan salah satu upaya untuk mengantisipasi terjadinya kecurangan pada tes CPNS tahun ini.

“Sekarang tidak lagi, sejak mempan yang baru, mengatakan untuk penanganan CPNS memang melibatkan anggota Polri. Alhamdulillah Makassar sudah kita dapatkan,” imbuhnya.

Kombes Dicky menambahkan, menurut keterangan para tersangka, mereka juga mengatakan hal serupa tidak hanya terjadi di Makassar. Bahkan mungkin juga bisa terjadi di beberapa tempat di Indonesia.

“Seorang pelaku mengatakan, ada juga yang terlibat orang dalam. Tapi katanya susah untuk dibuktikan karena mereka hanya berhubungan lewat telepon,” pungkas Dicky. (*)


div>