JUMAT , 16 NOVEMBER 2018

Polisi Cari Dua Peneror Molotov Bermotor dan Kenakan Masker

Reporter:

Editor:

asharabdullah

Jumat , 07 April 2017 11:17
Polisi Cari Dua Peneror Molotov Bermotor dan Kenakan Masker

int

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Sudah dua pekan teror bom molotov terhadap Ketua DPD PAN Gresik Khamsun berlalu. Sejak teror

meletus pada Senin (20/3), pelaku belum tertangkap. Polres Gresik merilis sketsa wajah dua terduga pelaku teror itu kemarin (6/4). Keduanya

pakai motor.

Total sudah 17 hari polisi bekerja keras menyelidiki pelaku teror. Tim Sebelas (bukan sebelas tim) Satreskrim Polres Gresik memperoleh

petunjutk penting. Yaitu, pelaku diperkirakan berjumlah sedikitnya dua orang. Merekalah yang membakar mobil dan sebagian rumah Khamsun

pada Senin dini hari di Jalan Marabahan, kompleks Gresik Kota Baru (GKB).

Petunjuk lain, seorang pelaku diduga memakai masker, sedangkan seorang lainnya tidak. Usia dua terduga itu diperkirakan masih kepala dua.

Keduanya memiliki rambut pendek dan rapi. “Sketsa wajah berasal dari keterangan saksi yang tidak saling kenal,” ungkap Kasatreskrim Polres

Gresik AKP Adam Purbantoro di aula Mapolres Gresik kemarin.

Dari mana informasi tentang pelaku? Jejak pelaku terekam dari para saksi. Total ada sebelas. Di antaranya, korban teror Khamsun, 48, dan

istrinya, Yulis Kristiana. Sembilan saksi berikutnya, antara lain, petugas satpam perumahan, penjual bensin eceran, dan penjaga warung kopi

dalam radius 500 meter dari rumah Khamsun.

Saksi tidak mengetahui identitas pelaku. Karena itu, tim sebelas yang dibentuk Kapolres Gresik AKBP Boro Windu Danandito dan dibantu tim

Jatanras Polda Jatim tersebut menempuh jalur lain. Yakni, menyisir tempat kejadian perkara (TKP) hingga lokasi radius 500 meter dari rumah

Khamsun. Pe­nyisiran melibatkan anjing pelacak atau K-9 Sabhara Polda Jatim.

Selain itu, penyidik memeriksa rekaman closed circuit television (CCTV) di area menuju rumah Khamsun. Ada enam rekaman CCTV yang

dipelototi. Namun, alat perekam itu tidak mengarah ke jalan raya. Rata-rata sasarannya adalah halaman parkir rumah maupun pertokoan.

Dalam rekaman CCTV, tidak ada orang-orang yang patut dicurigai.[NEXT-RASUL]

Ketua Tim Sebelas AKP Adam Purbantoro mulai memperoleh sedikit petunjuk ketika memeriksa dua saksi. Saksi itu berada radius 500 meter dari

rumah korban. Namun, polisi masih menyembunyikan identitas saksi tersebut. Keamanan mereka harus dilindungi.

Saksi pertama, lanjut dia, melihat ada pengendara motor yang berboncengan dan mendatangi penjual bensin eceran. Pembonceng yang

memakai masker turun dan membeli sebotol bensin. “Sementara itu, joki motor menunggu temannya yang memakai masker tersebut di sebuah

warung kopi. Sambil makan-makan,” ujar Adam.

Saksi pertama melihat dua pemuda terduga itu pada Minggu (19/3) pukul 23.45. “Peristiwa pembakaran terjadi pada Senin pukul 00.30,”

lanjutnya.

Saksi kedua melihat pemuda asing sedang ngopi di warung kopi. “Sketsa wajah berdasar keterangan dua saksi itu menunjukkan ada kemiripan.

Yakni, pemuda memakai masker,” ungkapnya.

Sayang, kedua saksi tidak tahu detail identitas pemuda yang mencurigakan tersebut. “Semoga dengan sketsa wajah itu, masyarakat bisa

membantu kami (polisi, Red),” harapnya.

 

sumber: http://www.jawapos.com


div>