SENIN , 23 JULI 2018

Polisi Harus Dapat Bukti Sianida Dari Tangan Jessica

Reporter:

Editor:

Azis Kuba

Rabu , 03 Februari 2016 23:14

JAKARTA,RAKYATSULSEL.COM – Kriminolog dari Universitas Indonesia Bambang Widodo Umar mengatakan, kasus pembunuhan dengan menggunakan racun sianida merupakan sesuatu yang cukup pelik. Bahkan di Indonesia, peristiwa yang terungkap baru kasus mendiang Munir dan kematian Wayan Mirna Salihin yang masih berproses penyidikannya.

“Jadi memang sesuatu yang cukup pelik untuk diinvestigasi, tidak semudah dengan cara-cara pembunuhan lain yang fisikalnya kelihatan, seperti dibacok misalnya,” ujar Bambang kepada JPNN, Rabu (3/2).

Menurut Bambang, setidaknya ada empat hal di seputar pembunuhan dengan menggunakan racun:

Pertama, pembunuhan dengan menggunakan sianida dilakukan dengan persiapan yang sangat matang.

Kedua, modusnya benar-benar sangat terencana, karena si pelaku tidak ingin ketahuan.

Ketiga, pelaku mencari kelengahan korban, agar tidak bisa tahu pada saat racun itu dicampur ke minuman dan makanan.

Keempat, ‚ÄúSulit untuk menuduh pelaku, meski orang itu ada sekitar tempak kejadian perkara,” ujar Bambang.

Karena itulah dalam penanganan kasus pembunuhan Mirna, Bambang menilai kepolisian perlu melakukan cara-cara khusus. Apalagi alat buktinya cukup rumit untuk didapatkan.

“Makanya perlu penanganan khusus, karena untuk bukti, itu kepolisian harus bisa mendapatkan sianida di tangan si pelaku, atau sisa-sisanya. Kalau tidak, maka paling tidak ada alat bukti lain yang menunjukkan hal tersebut,” ujar Bambang.(jpnn)


div>