SABTU , 16 DESEMBER 2017

Polisi Janji Usut Bentrok Massa di BNI Wilayah VII Makassar

Reporter:

Editor:

Sofyan Basri

Kamis , 12 Oktober 2017 18:32
Polisi Janji Usut Bentrok Massa di BNI Wilayah VII Makassar

Aparat kepolisian melakukan pengamanan lokasi terjadinya bentrok dua kelompok massa di Kantor Bank BNI Wilayah VII Makassar Jl Jenderal Sudirman Makassar, Kamis (12/10). foto: doelbeckz/rakyatsulsel.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Kepolisian dari Polsek Ujungpandang langsung melakukan pengamanan lokasi terjadinya bentrok dua kelompok massa di Kantor Bank BNI Wilayah VII Makassar Jl Jenderal Sudirman Makassar, Kamis (12/10).

Polsek Ujungpandang berjanji akan mengusut bentrok yang diwarnai pemukulan terhadap massa yang berencana melakukan aksi damai yang dilakukan massa yang telah bersiap di depan Kantor Bank BNI.

Kapolsek Ujungpandang, Kompol Wahyu Basuki SIK, ditemui di lokasi, mengakui, jika telah terjadi bentrok di depan Bank BNI Wilayah VII Makassar.

“Iya, benar ini antara elemen masyarakat, bukan dari bank. Akan kita selidiki dan usut. Apalagi, ada ditemukan barang bukti berupa ketapel. Tugas kita pengamanan, maka kita langsung amankan lokasi ini,” jelasnya.

Sementara, mengenai aksi demonstrasi ini, Wahyu mengakui, jika rencana aksi ini mengantongi izin.
“Iya, memang ada pemberitahuan akan ada aksi ini. Makanya, kita lakukan pengamanan. Namun, tiba-tiba terjadi bentrok. Massa tandingan ini masih kita diselidiki dari mana asalnya dan mereka ini tidak mengantongi izin,” terangnya.

Sebelumnya, dua kubu massa bentrok di Kantor Bank BNI Wilayah VII Makassar Jl Jenderal Sudirman Makassar, Kamis (12/10). Peristiwa ini terjadi sekira pukul 11.00 WITA, ketika sekelompok massa yang berjumlah 20-an orang hendak melakukan aksi di depan Kantor Bank BNI, namun belum sempat melakukan aksi mereka langsung dihadang dan dibubarkan sejumlah massa yang telah bersiap.

Dari pantauan di lapangan, sejumlah massa yang hendak melakukan aksi mengalami tindak kekerasan dari massa yang telah bersiap di depan Bank BNI. Sempat terjadi kejar-kejaran hingga terjadi pemukulan. Pada aksi ini ditemukan barang bukti berupa ketapel.

Informasi yang dihimpun aksi demonstrasi yang menggunakan atribut Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Metro Makassar dan Himpunan Aktivitas Mahasiswa (HAM) Sulsel ini, rencananya menyampaikan aspirasi terkait adanya nasabah prioritas yang merasa dirugikan. (*)


div>