SABTU , 17 NOVEMBER 2018

Polisi Kembali Bongkar Jaringan Narkoba Kupang-Makassar

Reporter:

Editor:

doelbeckz

Rabu , 15 Maret 2017 12:52
Polisi Kembali Bongkar Jaringan Narkoba Kupang-Makassar

Ilustrasi.

JAKARTA – Jajaran Direktorat Resnarkoba Polda NTT kembali mengungkap kasus peredaran narkotika jenis sabu-sabu di wilayah Kota Kupang. Lagi, yang terungkap adalah jaringan Kupang-Makassar.

Sebelumnya, pada Januari 2017, Polda NTT juga mengamankan seorang tersangka jaringan Kupang-Makassar.

Dalam pengungkapan kali ini, Tim Subdit II Ditresnarkoba dipimpin AKBP Josua Tampubolon berhasil menangkap enam orang pelaku. Mereka berperan sebagai pengedar dan pengguna.

Para pelaku yang telah berstatus tersangka adalah David Sitanala (45), Hamkah (24), Sunardi alias Sadi (27), Faisal (23), Tri Pasagi alias Tri (48), Arif (51).

Direktur Resnarkoba, Kombes Pol Turman Siregar, mengatakan, penangkapan sejumlah tersangka berawal di Jl. Damai, Gang Kusambi 1, Km. 9, RT 027/RW 010, Kelurahan Oesapa, tepatnya di kos-kosan tersangka David Sitanala.

“Pengungkapan kasus berawal dari laporan masyarakat bahwa ada terjadi transaksi narkoba di Jl. Damai. Tim lalu mengecek dan ternyata informasinya benar, sehingga tim yang bergerak ke lapangan langsung melakukan penangkapan,” jelas Kombes Turman seperti diberitakan, Rabu (15/3).

Saat melakukan penangkapan, Tim Subdit II mendapati tersangka David Sitanala, Sunardi dan Faisal tengah pesta sabu.

[NEXT-RASUL]

Setelah menangkap ketiga pelaku, petugas juga melakukan penggeledahan dan mengamankan barang bukti berupa 19 paket narkoba siap edar, alat hisap (bong), alat timbangan digital dan beberapa handphone milik pelaku.

Dari temuan tersebut kata Turman, ketiga pelaku dianggap tidak hanya mengonsumsi sabu melainkan juga mengedarkan.

Ketiga pelaku pun dibawa ke Mapolda NTT dan diperiksa secara intensif. Dalam keterangannya, pelaku David Sitanala mengaku barang haram tersebut didatangkan dari Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan.

“Hasil tes urine, semua tersangka positif menggunakan narkotika. Untuk tersangka yang menjadi bandar di Makassar terus kita lakukan penyelidikan ke sana,” terang Dir Resnarkoba. (jpg)


div>