SENIN , 19 NOVEMBER 2018

Polisi Lumpuhkan DPO Bandar Narkoba

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Kamis , 30 Maret 2017 10:43
Polisi Lumpuhkan DPO Bandar Narkoba

int

MAKASSAR, RakyatSulsel.com – Kepolisian Daerah (Polda) Sulsel melumpuhkan bandar besar Narkoba di Sulsel, Selasa (28/3) malam. Kepolisian terpaksa menembakkan timah panas kepada Ruslan Hasan alias Cullang (28), yang sudah lima tahun menekuni bisnis narkoba.

Kepala Kepolisian Daerah (Polda) Sulsel, Irjen Pol Muktiono mengatakan, Cullang yang merupakan warga Kerungkerung setiap minggunya dapat melakukan transaksi minimal 2 Kg sabu. “Satu Minggu minimal 2 kg satu bulan saja kurang lebih 10 kg, kalau setahun berarti 120 kg. Dan dia sudah menjalankan aksinya selam lima tahun, jadi hampir 600 kg, wajar dia bandar besar,” ujar Muktiono saat di temui di Rs Bhayangkara, Rabu (29/3).

Ia mengatakan, keuntungan dari jumlah sabu selama lima tahun diedarkan ke masyarakat mencapai angka triliunan.

“Kalau dirupiahkan keuntungan dari bisnis narkoba ini dia (Cullang) sudah mengantongi uang hampir mencapai Rp1,2 Triliun,” ungkapnya.

Sementara itu, Dir Res Narkoba Polda Sulsel, Kombes Pol Eka Yudha menjelaskan Cullang merupakan DPO Bandar Narkoba terbesar di wilayah kota Makassar, meninggal dunia dalam perjalanan menuju Rs Bhayangkara usai dilumpuhkan oleh Satuan Dit Res Narkoba Polda Sulsel. Cullang diringkus polisi dirumah kosnya, Jalan Trans Mamuju – Palu, Kecamatan Pasngkayu, Kabupaten Mamuju Utara, Provinsi Sulawesi Barat, Selasa (28/3).

Menurutnya, personil  Polda Sulsel melakukan penyelidikan terhadap keberadaan pelaku dan mengetahui bahwa pelaku (DPO) bersembunyi di Pasangkayu, Sulawesi Barat. “Personil langsung melakukan penggrebekan di  tempat persembunyian pelaku dan berhasil mengamankan pelaku beserta barang bukti. Namun, dalam pengembangan, pelaku mencoba melarikan diri dan melawan anggota, pelaku terpaksa diberi tindakan tegas dengan ditembak dan mengenai dada karena meski telah diberikan tembakan peringatan pelaku tetap mencoba melarikan diri,” jelas Eka.

Adapun barang bukti yang diamankan dari tangan pelaku diantaranya 8 Handphone, uang senilai Rp12,7 juta, senjata tajam berupa badik, 1 buah buku tabungan bank mandiri, 1 buah kartu ATM Bank Mandiri, 1 nomor kartu perdana simpati, 2 buah tas merk gucci dan louis vuitton, dompet, dan cincin emas. (Rrs/D)


Tag
div>