SENIN , 24 SEPTEMBER 2018

Polisi Selidiki Kasus Pungli Oknum di Disdik Makassar

Reporter:

Suryadi Maswatu

Editor:

asharabdullah

Jumat , 17 Agustus 2018 01:46
Polisi Selidiki Kasus Pungli Oknum di Disdik Makassar

ilustrasi

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Dunia pendidikan Kota Makassar kembali tercoreng dengan adanya dugaan pungutan liar (Pungli) yang dilakukan Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan (Disdik), Ahmad Hidayat.

Kasus dugaan dengan penyusunan Rencana Kerja Anggaran (RKAS) dimana setiap sekolah menyetor sebesar Rp 500 ribu ke Ahmad Hidayat, saat ini masuk penyelidikan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polrestabes Makassar.

Plt Kepala Satuan Reserse Kriminal Polrestabes, Kompol Diari Astetika mengatakan, dugaan kasus penyusunan RKAS sudah masuk ke bagian Tipikor Polrestabes.

“Masih proses lidik (penyelidikan) di Tipikor Satuan Reskrim,” singkatnya, Rabu (15/8) lalu.

Diari melanjutkan, pihaknya masih melakukan penyelidikan hingga kini, olehnya itu, ia berharap semua pihak bersabar dan menunggu hasil penyelidikannya rampung.

Sebelumnya, salah satu relawan pendidikan Kota Makassar yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan, pihaknya telah melaporkan dugaan pungutan liar tersebut ke Tipikor Polrestabes Makassar.

“Kasus yang Rp 500 ribu itu sudah masuk di tipikor dan di tangani sama Pak Supriadi,” ungkapnya.

Dia menambahkan, pungli tersebut sudah dilakukan oleh oknum ke setiap sekolah tanpa adanya perintah dari Dinas Pendidikan. Bahkan bagian Tipikor Polrestabes sudah lebih dulu mengetahui tindakan tidak terpuji tersebut.

Diketahui, Selain pungutan Rp 500 ribu per sekolah, ada dugaan pungli lain yakni di penambahan siswa melalui jalur offline Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) yang dilakukan oleh Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Makassar tersebut.

Tidak berhenti disitu, pungutan lain yang dilakukan Kepala bidang Pendidikan dasar di Disdik Makassar tersebut diduga mewajibkan seluruh sekolah SD-SMP membeli kalender seharga Rp 15.000 dan Pembayaran Halal bihalal sebesar Rp 500 ribu untuk SMP dan Rp 150 untuk SD. (*)


div>