RABU , 22 AGUSTUS 2018

Polisi Sita Uang Mainan Senilai Rp7 Juta

Reporter:

Editor:

doelbeckz

Minggu , 17 April 2016 12:05
Polisi Sita Uang Mainan Senilai Rp7 Juta

Ilustrasi.

ENREKANG, RAKYATSULSEL.COM – Kepolisian Resor (Polres) Enrekang menyita uang mainan dari rumah UMT (52), perempuan warga Lakawan, Cakke, Kecamatan Anggeraja. Total uang mainan yang disita itu mencapai Rp7 juta yang terbagi dari pecahan uang Rp100 ribu, Rp50 ribu, dan Rp20 ribu.

Pengerebekan dilakukan polisi setelah mendapatkan laporan ada seseorang yang mengedarkan dan membelanjakan uang palsu di Pasar Sentral Enrekang, Sabtu (16/4).

Kapolres Enrekang, AKBP Leo Tri Wibowo, yang dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian tersebut. Namun, menurutnya laporan warga tersebut kurang tepat karena uang yang dibelanjakan itu bukan uang palsu, tapi uang mainan.

“Bukan uang palsu. Yang disita itu uang main-mainan yang sangat mirip dengan uang sungguhan. Bedanya hanya dari segi ukuran lebih pendek dan ada tulisan kecil uang mainan,” ujar Leo Tri Wibowo, Minggu (17/4).

Kasat Reskrim Polres Enrekang, AKP Agussalim, menambahkan, karena pelaku diduga sedikit mengalami gangguan kejiwaan, maka kepolisian tidak melakukan penahanan. UMT diperbolehklan pulang hari itu juga.

Agussalim menyarankan kepada pihak Dinas Perdagangan dan Perinndustrian Enrekang untuk mengatur atau mengawasi barang-barang dagangan yang bisa disalahgunakan seperti uang dan pistol mainan yang sangat mirip dengan aslinya.

“Masalahnya barang mainan yang seperti itu bisa saja digunakan seseorang yang punya niat-niat jahat untuk melakukan aksi kriminal,” ujar Agussalim.

Sebelumnya, UMT berhasil membelanjakan uang mainan pecahan Rp20 ribu dengan membeli kacang tanah dari seorang pedagang di Pasar Sentral Enrekang. Namun, sebelum pelaku UMT beranjak jauh dari kiosnya, pedagang tersebut sadar uang yang diterimanya itu bukan uang asli. Pedagang yang tidak mau ditulis namanya itu pun lantas melapor ke Polres setempat. (***)

 


Tag
  • Uang Mainan
  •  
    div>