SABTU , 18 AGUSTUS 2018

Politik Sembako Rawan di Ramadan

Reporter:

Iskanto - Fahrullah - Al Amin

Editor:

asharabdullah

Selasa , 15 Mei 2018 10:45
Politik Sembako Rawan di Ramadan

Dok. RakyatSulsel

– Bawaslu Perketat Pengawasan

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Bagi-bagi sembako untuk menarik simpati masyarakat, sangat rawan terjadi di bulan Ramadan ini. Karena itu, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) akan memperketat pengawasan.

Jadwal kampanye Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulsel dan Pilkada Serentak bertepatan dengan Bulan Ramadan dan Idul Fitri. Dikuatirkan, peredaran pilitik uang menguat. Antara lain, dalam bentuk peredaran kantong kresek berisi sembako.

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sulsel telah memberikan warning bagi kandidat calon kepala daerah untuk tidak memanfaatkan momentum Bulan Suci Ramadan sebagai ajang berkampanye. Kegiatan sedekah jangan dicampuradukkan dengan kepentingan politik.

“Kandidat jangan sampai bagi-bagi sembako, dan disitu ada pesan-pesannya, ada kartu nama, dan macam-macam yang masuk kategori kampanye,” kata Ketua Bawaslu Sulsel, Laode Arumahi, Senin (14/5).

Untuk mengantisipasi kejadian seperti itu, kata Arumahi, Bawaslu telah menyarankan kandidat untuk menyumbang melalui badan amil zakat. Karena memang, dengan cara seperti itu kandidat tidak perlu kuatir melanggar aturan sebagai seorang calon kepala daerah.

“Kita sudah sarankan supaya kalau mau ibadahnya itu diterima, serahkan saja ke badan amil zakat,” ujarnya.

Selain dengan cara-cara pemberian sembako, Arumahi mengingatkan agar kandidat tidak melakukan aktifitas kampanye di masjid. Selama Bulan Ramadan, pihaknya akan melakukan pengawasan dan meninjau lokasi masjid yang akan didatangi Pasangan Calon (Paslon).

Larangan tersebut juga telah diatur dalam Peraturan KPU Nomor 4 Tahun 2017 tentang larangan kampanye pilkada di tempat ibadah, yang tertuang dalam pasal 68 ayat 1.

“Kita sudah sampaikan melalui pengurus masjid juga, teman-teman Panwaslu sudah surati pengurus masjid, jangan sampai dijadikan tempat kampanye. Karena itu sangat dilarang oleh undang-undang dan sangat jelas aturannya,” tegasnya.

Sementara, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulsel, Iqbal Latif, mengatakan, sesuai aturan PKPU mengizinkan paslon kampanye, asalkan mematuhi aturan yang ada. Ia menyarankan, ada baiknya kampanye saat Ramadan digunakan untuk giat amal. Namun, ia mengingatkan, tidak boleh melakukan kampanye di tempat ibadah.

“Ada batasan, kampanye yang dilakukan siang hari dimulai dari pagi hingga sore sebelum berbuka puasa. Tapi, jangan sampai dengan alasan ibadah, tapi jadi kampanye. Makanya ada batasan kampanye,” jelasnya.

Dikonfirmasi terpisah, pasangan Ichsan Yasin Limpo – Andi Mudzakkar (IYL – Cakka) telah berkomitmen tetap pada poros aturan yang telah ditetapkan oleh KPU. Apalagi menyangkut pelanggaran di Bulan Ramadan, yang sudah sepatutnya tidak dilakukan.

“KPU kan sudah menetapkan aturan batas maksimum orang menyumbang. Kita tetap pada aturan yang telah ditetapkan oleh KPU. Kami tunduk pada aturan itu. Misalnya sumbangan, sembako, dan kalau pasangan IYL – Cakka telah komitmen tidak ingin keluar dari frame yang telah ditetapkan oleh KPU,” kata juru bicara IYL-Cakka, Henny Handayani.

Menurut Henny, seluruh pasangan calon lain juga paham mengenai itu, agar dapat tercipta pesta demokrasi yang sehat di Bulan Ramadan. Jangan sampai, kandidat lain menggunakan cara-cara yang sudah jelas dilarang selama Bulan Ramadan.

“Kami juga berharap paslon lain juga dapat melakukan hal yang sama. Jadi kita bisa saling mengawasi sama-sama. Karena kalau Ramadan kan biasa ada politisasi tempat ibadah dan lain sebagainya. Karena biasa ada paslon yang ceramah dengan kedok berkampanye di mesjid,” ungkapnya.

Henny mengungkapkan, IYL – Cakka telah memiliki berbagai agenda keagamaan yang akan dilakukan selama Bulan Ramadan. Kegiatan itu akan terfokus di Kota Makassar.

“Jadwalnya sudah ada, cuma fokusnya di Makassar seperti Safari Ramadan,” lanjutnya.

Meskipun terfokus di Kota Makassar, namun seluruh tim di kabupaten/kota juga akan melakukan kegiatan-kegiatan positif selama Bulan Ramadan. Maskipun begitu, tetap akan ada kegiatan IYL-Cakka di kabupaten/kota.

“Tapi tetap di daerah itu ada agenda Ramadan yang dijalankan oleh masing-masing tim Rumah Kita,” paparnya.

Sementara, pasangan Nurdin Abdullah – Andi Sudirman Sulaiman (Prof Andalan), akan mengawali hari pertama Bulan Suci Ramadan di Kabupaten Sidrap, dengan berbuka puasa bersama masyarakat Nene Mallomo tersebut. Namun, buka puasa tersebut bukan dilaksanakan oleh pihaknya, akan tetapi dirinya hanya menghadiri undangan.

“Kegiatan kami kebanyakan pada Bulan Ramadan, adalah menghadiri undangan buka puasa saja. Hari pertama nanti, kita akan ke Sidrap. Kita diundang yah, bukan kami yang bikin,” ungkap NA.

Sekretaris Gabungan (Setgab) Prof Andalan, Izzdin Idrus, menambahkan, sejauh ini belum mengetahui jadwal detail kampanye terbatas pasangan yang diusung oleh beberapa partai politik ini. “Kalau jadwalnya secara rinci saya tidak tau secara jelas,” katanya, saat dikofirmasi.

Dirinya menyebutkan, jika pada Bulan Ramadhan nanti, Prof Andalan dipastikan hanya banyak menghadiri buka puasa bersama dan silaturhami usai melaksanakan sholat tarawih. “Kita kondisikan juga, pastinya kalau ramadan kemungkinan lebih banyak di sore hari pada saat buka puasa dan silaturahmi usai melaksaankan sholat tarawih,” tuturnya.

Disinggung mengenai pembagian sembako pada saat melaksanakan buka puasa, Izzdin Idrus, menyebutkan, pasangan nomor urut tiga tersebut merupakan kandidat yang taat pada aturan. Mengatisipasi pelanggaran pastinya akan dilakukan.

“Saya kira Pak Prof orangnya taat aturan dan kami dari semua tim, pastinya akan mengantisipasi itu,” jelasnya.

Sedangkan, pasangan calon gubernur nomor urut 2, Agus Arifin Nu’mang – Tanribali Lamo (Agus-TBL), telah menyiapkan jadwal pendekatan silaturahmi pada bulan puasa nanti kepada masyarakat. Pendekatan politik itu dibangun dalam bentuk buka puasa bersama dengan konsep kekeluargaan.

“Kita sudah menerima banyak sekali undangan di bulan puasa untuk silaturahmi. Yang bersyukurnya, kita menerima undangan dari masyarakat, bukan kita yang mengundang. Nanti dalam bentuk buka puasa bersama, bahkan sampai dengan sahur, Insya Allah kita tetap konsolidasi,” terangnya.

Ia melanjutkan, pihaknya dalam bulan Ramadan tidak melakukan kampanye resmi. Melainkan sekedar pendekatan silaturahmi saja.

“Kita sesuaikan dan rangkaikan dengan undanga
n yang ada, mayoritas berbuka puasa semua. Soal kampanye rapat umum, nanti tanggal 20 Juni 2018 di Makassar,” ulasnya.

Paslon nomor urut 1, Nurdin Halid-Aziz Qahhar Mudzakkar (NH-Aziz), berjanji akan mengikuti aturan KPU jika ada batas kampanye saat Ramadan. Paslon ini juga melarang timnya membagi-bagikan sembako maupun sekadar menggelar pasar murah selama bulan suci Ramadan.

“NH-Aziz komitmen menciptakan pilkada aman, damai, dan bersih. NH-Aziz tidak mau bagi-bagi sembako. Semua tim (pemenangan) juga saya minta agar tidak ada pasar murah. NH-Aziz tidak mau ada politik uang,” kata Nurdin.

Menurut NH, untuk merebut simpati dan suara masyarakat, pihaknya mengedepankan penggalangan dukungan berbasis dialogis.

“Kandidat dan tim pemenangan secara intensif memperkenalkan gagasan dan programnya,” pungkasnya. (*)

 


div>