SENIN , 15 OKTOBER 2018

Politisi Cantik Hanura Ini Pertanyakan Pelantikan Dirinya Sebagai PAW di DPRD Sulsel

Reporter:

Editor:

Lukman

Kamis , 21 September 2017 22:15
Politisi Cantik Hanura Ini Pertanyakan Pelantikan Dirinya Sebagai PAW di DPRD Sulsel

Faradilla Abdal

MAKASSAR, RAKYATSULSULSEL.COM – Politikus asal Partai Hanura Sulawesi Selatan, Faradilla Abdal, mempertanyakan soal belum dilantiknya dirinya hingga saat ini sebagai pengganti antar waktu (PAW) menggantikan Andi M Takdir di DPRD Sulsel, yang telah diberhentikan dengan hormat sebagai anggota DPRD Sulsel sejak Agustus lalu.

Menurut Faradila, seluruh persyaratan dan mekanisme yang ada telah sesuai, bahkan dirinya mengatakan seharusnya ia bisa dilantik bersamaan dengan legislator Golkar Sulsel, Andi M Zunnun Nurdin Halid, beberapa waktu lalu di DPRD Sulsel.

“Seharusnya kami bisa dilantik bersamaan kemarin, sebab persyaratan dan mekanisme sudah sesuai,” ujar Faradilla, Kamis (21/9)

Putri mantan Ketua DPD Hanura Sulsel, Ambo Dalle, ini menjelaskan bahwa proses PAW anggota DPRD Sulsel yang diajukan Partai Hanura telah sampai dan diterima Kemendagri, melalui SK No 161.73-7637 tahun 2017, tertanggal 29 Agustus, yang memutuskan memberhentikan dengan hormat Andi M Takdir SE sebagai anggota DPRD Sulsel masa jabatan 2014-2019.

Faradilla yang saat pileg 2014 lalu bertarung di dapil Bulukumba-Sinjai ini, mengatakan per tanggal yang sama Kemendagri juga menerbitkan SK No161.73-7638, yang menyatakan Faradila Abdal SH, sebagai pengganti antar waktu (PAW) di DPRD Sulsel, dan ditandatangani Direktur Jenderal Otonomi Daerah Sekretaris Ditjen Otda, Anselmus Tan.

“Dengan berdasarkan dua SK yang telah dikeluarkan Mendagri tersebut, seharusnya saya sudah bisa dilantik, namun hingga saat ini DPRD Sulsel belum mengagendakan jadwal pengangkatan saya sebagai anggota DPRD pengganti antar waktu,” ungkap Faradilla.

Dijelaskannya pula jika AM Takdir adalah peraih suara terbanyak kedua di Partai Hanura dari dapil Bukukumba-Sinjai, tapi dilantik menjadi anggota DPRD Sulsel, lantaran peraih suara terbanyak pertama meninggal dunia. Namun, AM Takdir kemudian mendapat sanksi dari partainya lantaran kedapatan bersaksi di Mahkamah Konstitusi (MK) untuk caleg PKB agar lolos ke DPRD Sulsel.

“Akhirnya yang bersangkutan menandatangani kesepakatan pembagian masa pengabdian 2 setengah tahun di DPRD Sulsel, tapi katanya tengah melakukan gugatan ke partai terkait keputusan PAW dirinya tersebut,” tandas Faradila. (*)


div>