RABU , 12 DESEMBER 2018

Polres Jeneponto Amankan Otak Terduga Pelaku Pengrusakan Tiga Rumah

Reporter:

Jejeth Aprianto

Editor:

Iskanto

Jumat , 21 September 2018 15:00
Polres Jeneponto Amankan Otak Terduga Pelaku Pengrusakan Tiga Rumah

Terduga Otak Pelaku penrusakan 3 unit rumah di Jeneponto.

JENEPONTO, RAKYATSULSEL.COM – Pasca kejadian pengrusakan 3 unit rumah beberapa bulan yang lalu oleh sejumlah massa di Kampung Taipa Kalongkong, Kelurahan Tonrokassi, Kecamatan Tamalatea. Sat Reskrim Polres Jeneponto berhasil menangkap satu orang terduga otak pelaku dibalik kejadian tersebut.

Menurut AKP Boby, tim Pegasus dipimpin Aipda Bad Rasyad berhasil menangkap terduga otak pelaku Kampung Paralambere, Kelurahan Tonrokassi Kecamatan Tamalate, Kamis sore (20/9).

“Tim Pegasus bersama unit resum mendapatkan informasi bahwa pelaku sedang berada di kediamannya kemudian tim langsung bergerak menuju tempat tersebut dan melakukan pengepungan di rumah pelaku dan akhirnya pelaku di amankan dan di bawa ke Polres Jeneponto untuk pemeriksaan lebih lanjut,”ujar AKP Boby, Jum’at (21/9).

Penangkapan terhadap Yacang berawal dari adanya perkelahian kelompok beberapa bulan yang lalu yang mengakibatkan adanya korban jiwa yakni anak kandung dari Yacang, kemudian menuduh salah satu orang sebagai pelaku penikaman terhadap anaknya.

“Diduga pelaku mengumpulkan massa sekitar 200 orang untuk merusak rumah kediaman (yang tuduh menbunuh anaknya) yang di perkirakan kerugian mencapai Rp. 500 juta. Namun dari hasil pengungkapan dan penyelidikan di ketahui bahwa orang tersebut ( yang dirusak rumahnya ) bukan pelaku penikaman sehingga korban merasa keberatan dan melaporkan ke polres Jeneponto,” jelas dia.

Sebelumnya, sebanyak 3 unit rumah panggung milik warga Kampung Taipa Kalongkong, Kelurahan Tonrokassi, Kecamatan Tamalatea, dirusak oleh ratusan massa yang memakai penutup wajah.

Kejadian penrusakan tersebut berlangsung cepat, tepat Jumat malam (1/6/2018) sekitar pukul 22.00 wita.

Rumah milik Juma dg Mange (45), Lassa (70) dan Kaisang (45) yang jadi korban ke ganasan ratusan massa. Selain rumah yang dirusak, serta isi rumah ikut dirusak dan nyaris tak ada di sisahkan massa.

“Ada ratusan orang datang dan merusak rusak rumah, mereka bawa senjata tajam berupa parang dan linggis,” ujar warga setempat, Rusmin.

Dilokasi, polisi memasang polisline dan berjaga jaga dilokasi kejadian. Polisi juga melakukan pendekatan kepada warga agar tidak terjadi aksi balas dendam.

Diduga motif dari penrusakan rumah akibat adanya 3 orang terduga pembunuhan yang dibebaskan oleh Polres Jeneponto karena tidak cukup bukti.

Ketiganya yakni Lelaki SU (15), AR (15) dan Ra (17), karena dianggap tidak terbukti oleh pihak Polres Jeneponto atas kasus Pembunuhan terhadap korban Benny (18) yang terjadi beberapa bulan lalu di tempat kejadian perkara, di kampung Sulurang, Kelurahan Tonrokassi dan korban asal dari Kampung Paranglambere, Kelurahan Tonro Kassi Kecamatan Tamalatea.

Kasat Reskrim Polres Jeneponto, AKP Boby mengatakan motif penrusakan akibat tidak terima ada terduga pelaku yang sempat diamankan dibebaskan.

“Jadi kalau keluarga korban menyangka itu adalah pelaku padahal hanya saksi, dan juga kita sudah gelar perkara dan mendatangkan dari kelurga korban (pembunuhan), dan pelaku utama atas nama Umar kita tetap amankan, karena yang kita pulangkan itu hanya sebatas saksi,”kata AKP Boby.

Usai dibebaskan karena tidak terbukti, AKP Boby meminta agar yang diduga pelaku ini agar tidak pulang kerumahnya dulu, tapi ada satu orang yang kerumahnya dan dilihat oleh keluarga korban sehingga terjadilah penrusakan.

“Kapolres juga menghimbau agar tidak saling mebalas, dan kasus penrusakan ini sedang kita lidik karena korban sudah melapor,”jelas AKP Boby. (*)


div>