MINGGU , 17 DESEMBER 2017

Polres Parepare Jamin Penerimaan Anggota Polri Bebas Pencaloan

Reporter:

Editor:

niar

Selasa , 21 Maret 2017 12:20
Polres Parepare Jamin Penerimaan Anggota Polri Bebas Pencaloan

Para polwan Polres Parepare mensosialisasikan perekrutan Anggota Polri di pelataran Monumen Cinta Habibie Ainun, beberapa waktu lalu.

PAREPARE, RAKYATSULSEL.COM-Perekrutan Anggota Polisi Republik Indonesia (Polri) kini dijamin bebas dari unsur pencaloan dengan menerapkan prinsip BETAH (Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis).

Menyebarluaskan informasi tersebut, berbagai cara yang dilakukan polisi untuk meyakinkan masyarakat, jika penerimaan anggota Polri kali ini benar-benar bersih, dan akuntabel. Seperti halnya Polres Parepare, selain menyasar sekolah-sekolah dengan mensosialisasikan kepada siswa kelas XII tingkat SMA/SMK atau sederajat, pihak Polres Parepare juga memungsikan polisi-polisi cantiknya untuk mensosialisasikan penerimaan Polri yang berlandaskan prinsip BETAH tersebut.

“Kami turunkan Polwan kami untuk mensosialisasikan penerimaan Polri bahwa kini penerimaan Polri dilaksanakan secara bersih, transparan, akuntabel, dan humanis di beberapa titik di pusat keramaian kota. Kita juga sebarkan brosur dan spanduk di pasar, kita sasar sekolah, dan berbagai kegiatan sosialisasi lainnya,” ujar AKBP Pria Budi, Kapolres Parepare, Selasa, (21/3).

Menurut AKBP Pria Budi, prinsip tersebut diterapkan sebagai keseriusan Polri dalam merekrut anggota yang benar-benar berkualitas yang merupakan aset negara.

Mewujudkan transparansi dalam perekrutannya, pihak Polri kata dia, juga melibatkan unsur masyarakat, LSM, dan akademisi sebagai pengawas eksternal pada setiap jenjang tes masuk, baik di tingkat Polres, Polda, maupun Polri.
[NEXT-RASUL]

“Kita libatkan masyarakat, LSM, dan akademisi sebagai pengawas eksternal, jadi bukan polisi yang mengawasi. Membuat soal juga bukan polisi tapi dari unsur akademisi, jadi perekrutan yang masih berlangsung hingga saat ini benar-benar transparan,” jelasnya.

Pria Budi menegaskan, jika di kemudian hari terbukti ada oknum polisi yang terlibat melakukan pungli dalam perekrutan anggota Polri maka akan diberikan sanksi berat, berupa pidana kurungan. Bahkan kata dia, pidana tersebut tidak hanya diberikan kepada penerima suap tapi juga pemberi suap.

“Kalau ada pungli atau pencaloan, mohon dilaporkan. Kami akan tindaki sesuai hukum yang berlaku, tidak pandang polisi atau siapa, pemberi atau penerima, semua akan kena sanksi berat,” tegas pria asal Riau ini.

Sementara itu, salah satu Polwan yang bertugas sebagai Humas Polres Parepare, Briptu Widya Astuti mengemukakan, jika dirinya dan enam rekannya dari berbagai fungsi telah turun langsung mensosialisasikan penerimaan anggota Polri yang menerapkan prinsip bersih, transparan, akuntabel, dan humanis.
[NEXT-RASUL]

“Kami sudah sosialisasi pada dua titik yang merupakan pusat keramaian dan menjadi ikon kota, yaitu di Monumen Cinta Habibie Ainun, juga di Tonrangeng River Side. Melalui sosialisasi ini, kami menyampaikan kepada masyarakat bahwa perekrutan anggota Polri benar-benar bersih dan tidak dipungut biaya apapun,” terang Widi, sapaan Ba Humas Polres Parepare ini.

Selain dirinya, enam Polwan lainnya dari fungsi Intel, Lantas, Reskrim, Sat Narkoba, Sabhara, dan Binmas yang ikut mensosialisasikan perekrutan tersebut. (nia)


Tag
div>