JUMAT , 19 OKTOBER 2018

Polres Parepare Musnahkan 11 Kg Narkoba Bernilai Rp 15 M

Reporter:

Editor:

hur

Jumat , 26 Februari 2016 15:44

PAREPARE, RAKYATSULSEL.COM – Polres Parepare kembali memusnahkan barang bukti narkotika jenis sabu-sabu hasil tangkapannya seberat 11 kilogram yang ditaksir senilai Rp15 miliar di halaman kantor Polsek Ujung Kota Parepare, Jumat, (26/2).

Sabu seberat 11 Kilogram (kg) dimusnahkan dengan cara dilarutkan ke dalam campuran semen dan air. Setelah diaduk sampai rata campuran semen narkoba ini lalu ditanam di depan kantor Polsek dengan kedalaman satu meter dan luas dan panjangnya sekitar 80 cm x 1 meter, jumat (26/2).

Pemusnahan barang bukit tersebut dengan menghadirkan empat tahanan pemilik sabu sabu yang diamankan pada hari Jumat beberapa waktu lalu, masing masing tersangka kurir sabu 10 kilogram di antaranya Makmur, Nusu, Hartono, dan pemilik sabu-sabu satu kilogram (kg), Kasman yang ditangkap sehari setelah ketiga kurir sabu 10 kg tersebut diamankan dengan barang bukti 1 kg sabu-sabu.

Mengenakan baju tahanan berwarna Orange, keempat tahanan tersebut menyaksikan sabu-sabu itu dimusnahkan.

Kapolres Parepare, AKBP Alan Gerrit Abast mengatakan, pemusnahan narkoba jenis sabu-sabu tersebut 11 kg tersebut bernilai Rp 15 Miliar

“Nilai terbanyak ini harus dimusnakan karena risiikonya sangat berat kalau disimpan untuk dijadilkan barang bukti di pengadilan, sehingga cukup berita acara pemusnahan dan disaksikan unsur muspida dan tersangkanya,” ujar Alan.

Menurutnya pemusnahan sabu-sabu yang disaksikan ketua Pengadilan, kejari, dandim, pemkot, dan para tersangka sesuai undang-undang. “Jaksa, polisi dan tersangka harus dibuatkan berita acara sebagai bukti bahwa telah menyaksikan barang bukti narkoba tersebut dimusnahkan” terangnya.

Alan mengatakan, perlu komitmen dengan stokholder termasuk muspia untuk memberantas narkoba sampai ke akar-akarnya agar tidak menjadi bebas yang dapat merusak generasi kita.

Ia juga menguraikan, pada 2015 jumlah LP (laporan perkara) kasus narkoba sebanyak 47 dan 58 tersgkanya, sedangkan Januari hingga Februari 2016 sebanyak 11 tersangka dengan barang bukti narkoba sekitar kurang lebih 11 kilogram, senilai Rp 15 milyar, “Sekarang ini yang terbanyak barang buktinya dibanding tahun sebelumnya,” kata mantan Kapolres Luwu ini.

Alan mengatakan, peredaran narkoba via Parepare kian mengkhawatirkan. Karenanya perlu upaya sistematis dan terpadu untuk memutus mata rantai peredaran utamanya di Pelabuhan Nusantara. “Harus semakin waspada. Selama 2015, kita sudah tangani 47 kasus dengan total 58 tersangka. Ini berpotensi meningkat tahun ini,” ujarnya.

Kepala Kejari Parepare Risal Nurul Fitri menambahkan pihaknya siap memberi jerat hukuman maksimal bagi para tersangka tersebut. Dia menegaskan tidak akan menerapkan pasal 127 UU Narkotika tentang rehabilitasi korban penyalahgunaan narkoba. “Kalau di atas satu sachet, kita hapus pasal 127-nya, tersangkanya dihukum penjara, bukan direhabilitasi,” kata Risal.


div>