KAMIS , 20 SEPTEMBER 2018

Polres Tana Toraja Bekuk Pengedar Ganja

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Jumat , 21 September 2012 09:51
Polres Tana Toraja Bekuk Pengedar Ganja

Nampak Kasat Narkoba AKP Johan Pali bersama dua pelaku "A" dan "Y" saat diperiksa di Mapolres Tana Toraja kemarin.

Nampak Kasat Narkoba AKP Johan Pali bersama dua pelaku “A” dan “Y” saat diperiksa di Mapolres Tana Toraja kemarin.

RAKYAT SULSEL . TANA TORAJA – Dua orang pelaku pengedar, sekaligus pemakai ganja, berhasil ditangkap dan diamankan oleh aparat Polres Tana Toraja, Rabu (19/9) malam lalu, di Jalan Ahmad Yani Rantepao. Dari tangan dua pelaku, aparat berhasil menyita barang bukti berupa ganja kering sebanyak 8 paket dengan total berat 6,9 gram.

Menurut Kasat Narkoba Polres Tana Toraja, AKP Johan Pali, bahwa kedua pelaku masing – masing MUM alias A dan YAMB alias Y telah lama diincar oleh petugas. Dijelaskan bahwa saat Satuan Reserse Narkoba Polres Tana Toraja mendapat informasi akan ada transaksi narkotika jenis ganja, kedua pelaku kemudian diintai oleh petugas.

“Anggota kami langsung menyergap disaat kedua pelaku A dan Y tengah menunggu calon pembeli dilumbung depan Kantor BPS Rantepao, petugas langsung menggeledah pelaku dan mendapati di saku celana A ada ganja yang dibungkus dalam lintingan kertas,” ujar Johan.

Jhon menambahkan, atas pengakuan A bahwa ganja tersebut milik Y maka dilanjutkan pemeriksaan dirumah Y, dan petugas kembali mendapatkan lintingan ganja yang disimpan didalam bungkus rokok.

Akhirnya kedua pelaku yang masih berstatus mahasiswa disalah satu perguruan tinggi Makassar tersebut digelandang ke Mapolres Tana Toraja untuk diadakan pemeriksaan lebih lanjut.

Dihadapan polisi, Y mengaku bahwa barang tersebut didapatkan dari seseorang di Makkassar dengan inisial AB yang tinggal disalah satu perumahan di sekitar Jalan Batua Raya. Dari pengakuan Y ganja tersebut dikirim AB melalui perwakilan Fa-Litha Rantepao.

“Kedua pelaku tersebut akan dijerat dengan Pasal 114 ayat (1) dan Pasal 127 UU No 35/2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman penjara lima tahun,” pungkas Johan. (k12/dj/C)


Tag
div>