RABU , 26 SEPTEMBER 2018

Polri Tetapkan Erwin Haija Tersangka Fee 30 Persen

Reporter:

armansyah

Editor:

Ridwan Lallo

Rabu , 12 September 2018 23:36
Polri Tetapkan Erwin Haija Tersangka Fee 30 Persen

Erwin Syarfuddin Haija

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Direktorat Tindak Pidana Korupsi Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri menetapkan Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Makassar non aktif, Erwin Syarfuddin Haija sebagai tersangka kasus dugaan korupsi kegiatan sosialisasi/penyuluhan kepada SKPD kecamatan se Kota Makassar, Rabu (12/9/2018).

Direktur Tipikor Bareskrim Polri, Brigjen Pol Erwanto Kurniadi, mengatakan Erwin Haija diduga orang yang paling bertanggung jawab terhadap pemotongan fee sebesar 30 persen dari pagu anggaran kegiatan sebesar Rp 70 miliar.

“Penetapan tersangka Erwin Haija tersebut berdasarkan hasil perhitungan BPK RI, kerugian mencapai Rp 20 miliar dari kegiatan tersebut,” ujar Erwanto.

Erwanto menjelaskan, sebagai kepala BPKAD, Erwin Haija memerintahkan kepada Kabid Anggaran BPKAD untuk melakukam pemotongan anggaran sebesar 30 persen dari pagu anggaran kegiatan sosialisasi/penyuluhan kepada SKPD Kecamatan se Kota Makassar.

“Nah, sebagai bawahan, Kasubag Renkeu mengikuti perintah Erwin Haija untuk mengurangi jumlah peserta sosialisasi penyuluhan, belanja ATK dan makan minum peserta sehingga LPJ tidak sesuai dengan DPA yang ada,” katanya.

Sebelumnya, Erwin Haija juga ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Sulsel pada Januari 2018 lalu dengan kasus yang sama. Saat ini Erwin Haija ditahan di Rutan Klas 1 Makassar. (*)


div>