SELASA , 20 NOVEMBER 2018

Popularitas AIA Baru 21 Persen, PT GRI Sebut Itu Angka Tidak Logis

Reporter:

Editor:

Lukman

Rabu , 09 Agustus 2017 11:21
Popularitas AIA Baru 21 Persen, PT GRI Sebut Itu Angka Tidak Logis

LOGO PT GRI

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Manager PT Global Riset Indonesia (GRI), Al Gazali turut angkat bicara dan membenarkan asumsi Harmansyah soal hasil survei Celebes Research Center (CRC) yang menempatkan Anggota DPR RI Andi Iwan Darmawan Aras (AIA) untuk saat ini di posisi popularitas 21 persen.

Al Gazali justru menilai jika potensi AIA menang di Pilkada Wajo justru besar jika beliau ikut ambil bagian dalam Event politik 2018 mendatang. Bahkan dirinya tak segan menyebutkan jika hasil survei CRC yang menempatkan popularitas AIA di angka 21 persen memang tidak masuk akal.

Menurutnya, pengalaman kajian riset yang kami lakukan, jika popularitas seseorang pejabat publik selevel AIA itu tidak akan turun bahkan terus meningkat karena beliau memiliki saham politik sebagai anggota DPR RI dan wajo sendiri merupakan bagian dapil beliau dan sebagai daerah pencapaian suara tertinggi di dapil itu apalagi beliau sebagai putra daerah wajo yang tentu keberhasilan beliau menduduki posisi itu menjadi perbincangan dan sorotan tersendiri.

Sementara popularitas AIA 21 persen yang CRC persentase kan hasil surveynya saat ini jika dibandingkan dengan elektabilitas AIA di 2014 itu irisannya sangat dekat. Saya tegaskan dulu bahwa kita meninjau dan melihat dari persentase popularitas yang CRC rilis baru-baru ini dan saya juga mengapresiasi kejelian Staff Ahli bapak Andi Iwan Aras yang mampu Menganalisa angka-angka itu walaupun saya ndak tau persis latar belakang Staff Ahli AIA itu juga orang riset atau berdasarkan asumsi pribadi tapi itu saya anggap tepat dan berani.

“Saya jelaskan bahwa popularitas sebelum dan sesudah terpilih akan mengalami peningkatan bahkan bisa dikatakan signifikan apalagi beliau mendapatkan suara pribadi  tertinggi  di dapil ini sehingga pencapaian gemilang itu pasti menjadi sorotan dan pembicaraan tersediri dan itu tentu akan mengangkat persentase dari sisi popularitas, sekali lagi saya ingatkan kita tinjau sisi popularitas beda lagi kalau kita berbicara elektabilitas pasti beda ceritanya karena ini memang inkonsisten,” kata Al Gazali, Rabu (9/8).

“Kalau kita persentasekan pencapaian elektabilitas AIA dengan jumlah suara sebesar 44.000 di tahun 2014 dengan partisipasi pemilih berdasarkan data KPU sebanyak 235.291 di Kabupaten Wajo maka elektabilitas berada di posisi 19 persen dan anggap popularitas AIA tidak mengalami peningkatan persentase dari 2014 sampai saat ini yakni diangka 21 %  jika memang persentase survey CRC itu benar maka saya harus belajar kepada Tim pemenangan Andi Iwan Aras yang mampu mencapai perolehan suara hanya dengan selisih 2 % antara popularitas dan elektabilitas maka wajib hukumnya saya berguru kepada Tim Pemenangan Andi Iwan Aras terkait metodologi yang mereka pakai,” ujar pria berlatar belakang akademisi ini.

“Dan kalau CRC menganggap hasil persentase popularitas AIA yang beliau survey itu sudah benar, maka saya mengajak beliau melakukan konferensi pers dengan menjelaskan sesuai dengan pendekatan Kaidah ilmiah untuk menjawab keraguan publik,” tantangnya. (*)


div>