Selasa, 25 April 2017

*Manuver Parpol Islam Jelang Pilgub

PPP Main Tiga Kaki

Selasa , 21 Maret 2017 10:32
Penulis : SOFYAN BASRI - ISKANTO
Editor   : MUH SOPHIAN AS
ilustrasi
ilustrasi
MAKASSAR, RakyatSulsel.com - Menjelang Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulsel yang akan digelar pada 2018 mendatang, geliat partai politik menentukan arah dukungannya terhadap figur calon, pelan-pelan mulai terpetakan.

Bahkan, telah ada partai yang mulai terang-terangan akan mengusung bakal calon di Pilgub yakni Partai Amanat Nasional yang hampir pasti akan mengusung Ichsan Yasin Limpo (IYL). Bukan hanya itu, beberapa DPD PAN di Sulsel juga telah mendeklarasikan akan mengusung Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Sulsel tersebut.

Adapun untuk partai lain yang sedang gencar melakukan komunikasi politik adalah Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Untuk PKS Sulsel, pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) DPP PKS lalu, telah melaporkan nama IYL sebagai bakal calon yang telah melakukan komunikasi resmi sesuai dengan mekanisme partai. Sedangkan untuk PPP yang baru-baru ini menggelar Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) di Kantor DPW PPP Sulsel, juga telah membahas mengenai arah politik jelang Pilgub mendatang. Selain itu, DPW PPP juga telah melakukan komunikasi dengan internal Partai Golkar Sulsel yang kini sedang menggembar-gemborkan nama Nurdin Halid untuk diusung pada Pilgub 2017.

Terkait hal itu, Ketua DPW PPP Sulsel, Muhammad Aras mengatakan partainya tetap terbuka kepada seluruh bakal calon yang ingin melakukan komunikasi dengan PPP. Yang pasti, kata Aras, PPP di Sulsel akan sangat realistis dalam mengusung calon di Pilgub."Kami adalah partai terbuka, ketika ada bakal calon yang ingin melakukan komunikasi dengan kami di PPP, kami akan terbuka. Kami tidak akan menutup diri, apalagi kan kalau mau mencapai kesepakatan entah nantinya akan mengusung atau tidak itu tergantung dari cara komunikasi yang dilakukan juga," kata Aras, Senin (20/3).

Ia menambahkan, ada empat kandidat yang saat ini tengah dilirik PPP, yakni Ichsan Yasin Limpo, Agus Arifin Nu'mang, Nurdin Halid, dan Nurdin Abdullah. "Kami akan tetap mematok bargaining posisi kosong dua di Pilgub, dan untuk nama yang akan didorong sebagai kosong satu kita lihat nanti," ujarnya.

Menurutnya, komunikasi dengan para kandidat tersebut tidak pernah terputus namun belum mengarah pada keputusan final. "Masih saling menjajaki, belum pi ada keputusan yang mengikat akan mengusung satu kandidat. Begitu juga dengan Ketua DPC yang melakukan komunikasi, itu masih dalam tatanan wajar," ujarnya.