MINGGU , 19 AGUSTUS 2018

PPP Sulsel: KPU Harus Jaga Kerahasiaan Dukungan Independen

Reporter:

Muhammad Alief

Editor:

Lukman

Rabu , 13 Desember 2017 21:06
PPP Sulsel: KPU Harus Jaga Kerahasiaan Dukungan Independen

PPP Sulsel imbau jaga kerahasiaan berkas dukungan calon independen.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menyayangkan carut marutnya verifikasi faktual dukungan perseorangan. Ini terbukti banyaknya beredar form B1 KWK untuk perseorangan di media online dan media sosial.

“Komisi Pemilihan Umum harus menjaga kerahasiaan dukungan masyarakat terhadap calon perseorangan, sama halnya kerahasiaan pemilih ketika memberikan pilihannya di bilik suara,” ujar Ketua Bappilu PPP Sulsel, Rizal Syarifuddin, Rabu (13/12).

Menurutnya, kualitas pilkada bisa tercederai akibat menyebarnya dengan mudah bukti dukungan pada perseorangan yang harusnya dijaga dan dirahasiakan oleh KPU.

“Bukti dukungan masyarakat sama halnya dengan pilihan pemilih dalam kertas suara, jadi wajib dijaga kerahasiaannya,” terang Rizal.

Temuan PPP di lapangan, lanjutnya, verifikasi yang dilakukan oleh KPU diganggu oleh orang-orang tertentu dan KPU tentu harus mengusir pihak tersebut dan jangan diintervensi. “Jika perlu KPU bisa meminta bantuan keamanan dari pihak kepolisian,” tegasnya.

“Prinsip pemilu kitakan Bebas dan Rahasia, bebas itu masyarakat dipersilakan memilih siapa yang dia inginkan, dan Rahasia menjadi keharusan bagi penyelenggara menjaga itu,” sambungnya.

Terkait kekisruhan tersebut, PPP Sulsel menghimbau KPU untuk menjaga kerahasian dukungan perseorangan dan meminta KPU untuk mengusir serta tidak meladeni pihak-pihak yang tidak berkepentingan apapun terkait faktualisasi dukungan tersebut demi mewujudkan Pilkada yang lebih berkualitas yang bebas, umum dan rahasia.

“Jika KPU tidak melakukan perbaikan dalam hal sistem faktualisasi dukungan perseorangan ini, maka PPP bersama koalisi partai politik akan melaporkan KPU Sulsel selaku otoritas penyelenggara pemilu kepada Dewan Kehormatan Pemilu,” tandas Rizal. (*)


div>