KAMIS , 13 DESEMBER 2018

Prabowo Hadiri Reuni 212, Jokowi Pilih ke Bogor

Reporter:

get_the_user_login

Editor:

Iskanto

Senin , 03 Desember 2018 08:20
Prabowo Hadiri Reuni 212, Jokowi Pilih ke Bogor

Massa aksi reuni 212

JAKARTA, RAKYATSULSEL.COM – Aksi damai reuni 212 yang digelar jutaan massa di kawasn Monas Jakarta, ikut dihadiri oleh Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto. Ketua Umum Partai Gerindra ini, menyampaikan ucapan terima kasihnya telah diundang ke acara reuni 212 dan menolak berbicara politik atau berkampanye dalam ajang tersebut.

“Saya tidak akan panjang-panjang bicara, karena sebagaimana kalian ketahui, saya sekarang telah mendapat tugas dan amanah sebagai calon presiden RI, dan karena itu saya harus patuh dan mengikuti semua ketentuan. Saya tidak boleh bicara politik pada kesempatan ini, saya tidak boleh kampanye. Jadi saya hanya ingin mengucapkan terima kasih bahwa saya diundang hari ini oleh panitia,” kata Prabowo Subianto di atas panggung Monas, Jakarta Pusat, Minggu (2/12).

Prabowo yang didampingi sejumlah tokoh politik dan panitia reuni 212 itu, menyampaikan pidato dalam kurun waktu sekitar tiga menit diakhiri dengan teriakan takbir dan merdeka.
Ia berangkat dari kawasan Kebayoran dengan menggunakan mobil berplat nomor B 1732 RFS dengan pengawalan ketat menuju Monas untuk menghadiri reuni 212.

Bagi Prabowo, diundang ke acara yang dihadiri jutaan umat Muslim itu merupakan kebanggaan tersendiri terlebih mereka yang hadir menurut Prabowo bersikap tertib dan damai.

“Ini kehormatan bagi saya, kebanggaan bagi saya, saya bangga melihat jutaan rakyat Indonesia, jutaan umat Islam, jutaan tapi damai, tertib, tadi saya datang dari Kebayoran, saya lihat keluarga-keluarga jalan dengan tertib, menggendong anaknya, tertib, damai, luar biasa, saya bangga hari ini, saya bangga sebagai anak Indonesia, dan saya bangga sebagai Muslim di Indonesia. Muslim kita adalah yang damai,” katanya.

Ia juga mengaku bangga karena pada kesempatan tersebut tidak hanya umat Islam saja yang turut hadir tetapi juga agama lain, suku dan ras yang beragam dari seluruh Tanah Air.

“Hari ini kita dihadiri oleh kawan-kawan dari agama lain dari suku lain dari ras macam-macam. Kita bangga karena Islam di Indonesia adalah Islam yang mempersatukan dan bersatu dan akan menjaga perdamaian dan kedamaian semuanya,” katanya.

Hal berbeda dilakulan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Calon Presiden nomor urut 01 ini, memilih blusukan ke Bogor ketimbang ikut dalam aksi reuni tersebut. Jokowi meninjau pemasangan listrik bagi warga tidak mampu atau prasejahtera di Kelurahan Bantarjati, Kota Bogor, Jawa Barat.

Total ada lima rumah warga penerima sambungan listrik program Sinergi BUMN bidang kelistrikan yang didatangi Presiden.

Presiden Jokowi bersepeda bersama komunitas dari Istana Bogor, keluar melalui pintu Kebun Raya Bogor, menuju Desa Bantarjati Dua, menempuh jarak sekitar dua kilo meter. Presiden secara simbolis melakukan penyalaan listrik di rumah warga penerima program penyambungan listrik bagi masyarakat tidak mampu.

Jokowi tampil dengan gaya kasual mengenakan jacket bomber warna hitam bertuliskan Bulls Syndc motorcycle warna kuning emas di bagian dada kanan dan punggung. Selaras dengan celana jins warna navy dan sepatu sneaker hitam bergaris putih.

Presiden menyebutkan di wilayah Jawa Barat ada sekitar 200 ribu rumah yang belum teraliri listrik. Program Sinergi BUMN tahun ini menyasar sekitar 100 ribu sambungan listrik bagi masyarakat tidak mampu di provinsi tersebut.

“Sampai saat ini baru sekitar 60 ribu yang sudah tersambung listrik, dan kita selesaikan sampai bulan ini,” kata Presiden.

Menurut Presiden, sebelum tersambung listrik, warga mendapatkan listrik dengan menyantol atau nebeng dari rumah lainnya. Kendala warga yang belum memiliki sambungan listrik karena ketidakmampuan ekonomi masyarakat prasejahtera mengingat biaya sambungan sesuai standar PLN mencapai Rp900 ribu.

Program penyambungan listrik bagi masyarakat kurang mampu ini meringankan beban warga, biaya listrik jadi lebih hemat. Selain itu, dengan punya listrik sendiri tidak hanya untuk penerangan tapi bisa untuk menlistriki yang lainnya seperti seterika dan rice cooker.
“Dari data yang kita terima, biasanya bayar 60 ribu sampai 50 ribu per bulan, dengan ada seperti ini bisa 25 ribu sampai 30 ribu,” kata Jokowi.

Total ada 82 rumah penerima program di Kelurahan Bantarjati Dua, dari 1.942 rumah penerima program Sinergi BUMN se- Kota Bogor.

Presiden Jokowi mengatakan, akan menyisir wilayah lain di Indonesia yang belum dialiri listrik agar bisa dialiri listrik melalui program sinergi BUMN ini. “Hitungan kita ada 1,2 juta di seluruh provinsi, akan terus kita sisir satu per satu,” katanya.

Kegiatan penyambungan listrik untuk masyarakat tidak mampu ini juga ditandai penyerahan sertifikat penyambungan listrik kepada 83 warga penerima program Sinergi BUMN oleh PLN area Bogor. (fin)


div>