RABU , 21 NOVEMBER 2018

Premium Tidak Layak untuk Kendaraan Zaman Sekarang

Reporter:

Editor:

Lukman

Jumat , 25 Agustus 2017 18:25
Premium Tidak Layak untuk Kendaraan Zaman Sekarang

Masyarakat melakukan pengisian BBM di SPBU. ilustrasi (int)

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Meningkatnya konsumsi Pertalite yang dibarengi dengan penurunan konsumsi Premium di berbagai daerah termasuk Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, disambut gembira berbagai kalangan.

Menurut pengamat otomotif Bebin Djuana, hal itu terjadi karena mesin kendaraan keluaran terbaru memang membutuhkan bahan bakar minyak (BBM) dengan tingkat oktan lebih tinggi, seperti Pertalite.

“Premium tidak cocok untuk kendaraan keluaran baru, baik sepeda motor atau mobil, yang membutuhkan BBM dengan oktan lebih tinggi. Itu sebabnya, saya senang dengan penurunan konsumsi Premium di masyarakat,” kata Bebin.

Menurut Bebin, karakteristik mesin pada kendaraan keluaran terbaru menuntut bahan bakar yang bisa membakar sempurna. Dan Premium, lanjutnya, tidak bisa memenuhi tuntutan tersebut. Selain oktan lebih rendah, juga karena Premium tidak dilengkapi dengan aditif detergent yang berfungsi sebagai pembersih mesin.

Bebin menambahkan, oktan Premium yang rendah akan berakibat buruk pada mesin kendaraan. Hal itu dibuktikan, ketika mempergunakan Premium, maka mulai tahun pertama hingga ketiga, mesin sudah mengelitik dan tenaganya drop. Dan kalau sudah begini, kata Bebin, pengguna Premium juga yang akan rugi.

Dalam konteks itulah Bebin mendukung pergeseran konsumsi dari Premium ke Pertalite, termasuk di Sulsel dan Sulbar. Selain karena memiliki oktan tinggi, Pertalite juga dilengkapi dengan aditif detergent untuk membersihkan mesin.

Dengan demikian, Pertalite tidak hanya baik untuk kendaraan keluaran terbaru, namun juga untuk kendaraan-kendaraan lama. “Ibarat makanan, tubuh tentu menjadi lebih sehat jika diberi makanan yang lebih bergizi,” kata Bebin, yang sudah puluhan tahun malang melintang di dunia otomotif.

Pada beberapa minggu terakhir, konsumsi Pertalite di Sulsel dan Sulbar memang meningkat tajam. Di berbagai SPBU, masyarakat lebih memilih Pertalite, meski Premium juga tersedia.
Panjangnya antrean Pertalite, antara lain bisa diamati di SPBU Jl. Sultan Alauddin, SPBU Jl. Galangan Kapal Kalukku Badoa, SPBU Jl. Toddupuli Raya, dan SPBU Jl Perintis Kemerdekaan KM.11. Sedangkan di Mamuju, antrean panjang Pertalite antara lain terlihat kemarin di SPBU H. Cabu dan SPBU H. Laumma. [NEXT-RASUL]

Menurut Yunus Awaluddin, warga Karuwissi Utara, Panakukkang Makassar, dirinya tidak lagi mempergunakan Premium sejak dua bulan lalu. Awalnya, dia hanya mencoba-coba Pertalite seperti anjuran teman kerjanya. Dan memang benar, Yunus merasakan sendiri manfaat BBM yang memiliki RON 90 tersebut.

“Lebih kuat dan narik. Kalau saya perhatikan, suara mesin juga lebih lembut. Dan yang pasti, ternyata jauh lebih irit dibandingkan Premium,” kata Yunus.

Syafri Maulana, warga Kelurahan Simboro, Kecamatan Simboro, Kabupaten Mamuju, juga mengakui keunggulan Pertalite. Menurutnya, sejak pakai Pertalite, kendaraannya jadi lebih bertenaga. Indikator paling mudah, ketika ketika jalanan menanjak.

Dulu, ketika masih mempergunakan Premium, motor matic-nya hampir bersusah payah ketika melewati jalan yang menaik. Namun sekarang, selain tetap bersuara lembut, tanjakan juga dilalui dengan ringan. “Perbedaan kualitasnya jauh,” katanya. (*)


div>