JUMAT , 22 JUNI 2018

Pria Yang Tewas di Bawah Fly Over Ternyata Pasien Rawat Jalan RS Dadi

Reporter:

Ramlan

Editor:

Lukman

Jumat , 25 Mei 2018 23:00
Pria Yang Tewas di Bawah Fly Over Ternyata Pasien Rawat Jalan RS Dadi

Korban yang jatuh dari fly over.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Seorang pria ditemukan tewas mengenaskan bersimbah darah di bawah kolong Fly Over, Jl. Urip Sumuharjo, Jumat (25/5) dini hari.

Menurut keterangan Calu (46) salah seorang saksi yang sedang bekerja sebagai juru parkir di rumah makan Coto Begadang, Jl. Urip Sumoharjo, mengungkapkan bermula korban yang diperkirakan kurang lebih berusia 30 tahun ini sebelumnya telah membeli dua batang rokok Surya di Penjual Coto Begadang.

“Korban setelah itu dengan seorang diri berjalan menuju ke atas Fly Over, ia kemudian berbaring di atas tembok pembatas jembatan, tidak lama kemudian korban terjatuh ke bawah,” jelasnya.

Sementara Kapolsek Panakkukang Kompol Ananda Fauzi Harahap mengungkapkan ciri-ciri korban yang ditemukan sudah tak bernyawa mengenakan celana jeans pendek warna biru, baju kaos warna abu-abu, sendal jepit warna Orange merah dan ditemukan satu batang rokok Surya.

“Korban diduga terjatuh dari atas Fly Over dengan ketinggian sekitar 20 meter. Jenazah korban mengalami patah pada bagian leher dan dari telinganya mengeluarkan darah,” terang Ananda.

Selanjutnya, kata Ananda, jenazah korban kemudian dievakuasi setelah Tim Inafis Polda Sulsel melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

“Jenazah korban dibawak ke Rumah Sakit Bhayangkara oleh Tim Inafis Polda Sulsel Dokpol RS Bhayangkara,” katanya

Lebih lanjut, Ananda menerangkan berdasarkan informasi Forensik Dokpol Biddokkes Polda Sulsel, ayah dari korban mengungkapkan korban bernama Arman yang berusia labih kurang 30 tahun ini. Korban telah meninggalkan rumahnya sekira pukul 00.20 wita dini hari dengan dalih mencari santapan sahur.

“Korban keluar dari rumahnya dini hari dengan berjalan kaki, alasannya ingin mencari makanan untuk sahur dengan,” kata Ananda, menirukan keterangan keluarga korban

Selai itu, Arman (Korban) pernah mengaku menderita sakit kepala dan pusing selama satu hari kepada Yusuf yang tak lain adalah Ayahnya.

“Saat itu ayah korban menganjurkan untuk meminum obatnya dan ke Rumah sakit,” imbuh Ananda

Ayah korban juga membeberkan, jika Arman memang pernah melakukan percobaan upaya bunuh diri sejak tahun 1990 silam. Namun upaya itu akhirnya dihentikan oleh ayahnya sendiri yakni Yusuf.

“Korban pernah melakukan percobaan bunuh diri dirumahnya pada tahun 1990 dimana tali sudah diikatkan kelehernya, namun kejadian itu sempat dilihat oleh ayahnya dan langsung memeluknya,”katanya

Kejadian serupa sempat terulang pada tahun berikutnya 1991. Ketika itu Arman akhirnya dirawat di Rumah Sakit (RS) Dadi. Terlebih status korban saat ini masih dalam perawatan berjalan.

“Korban pernah dirawat di RS Dadi Diagnosa halusinasi dan sensori. Dan sampai saat ini korban pun sebenarnya masih status rawat jalan sebagai pasien Poliklinik di RS. Dadi, korban pun terakhir berkontrol baru-baru ini yakni pada 23 Mei lalu,” pungkas Ananda.

Diketahui, jenazah korban telah berada di rumah duka di Jl. Somba Opu, Lorong 280/22, RT. 02, RW. 01, Kelurahan Buli Gading, Kecamatan Ujung pandang untuk disemayamkan. (*)


div>