SENIN , 17 DESEMBER 2018

Prihatin, Camat Soreang Bantu Kakek di Gubuk Reyot

Reporter:

Niar

Editor:

Jumat , 08 September 2017 10:22
Prihatin, Camat Soreang Bantu Kakek di Gubuk Reyot

int

PAREPARE, RAKSUL.COM– Camat Soreang, Muhammad Nurjani yang baru dilantik pada Mei 2017 lalu telah memperlihatkan sejumlah program kerja dan kepedulian bagi warganya di Kecamatan Soreang.

Setelah menggelar berbagai program, seperti peduli lingkungan, kini Alumni IPDN ini turun langsung ke tengah warga untuk menyalurkan bantuan, bagi yang membutuhkan, salah satunya Abidin, warga yang berdomisili di Kelurahan Bukit Harapan, Kecamatan Soreang, Kota Parepare, Kamis, (7/9/2017), kemarin.

“Kerawanan sosial yang ada di tengah masyarakat masih sering kita saksikan, ini yang perlu kita tanamkan, bahwa membantu dengan kebaikan menjadi pekerjaan bersama, dan harus untuk segera diselesaikan. Hal ini agar tidak ada lagi masyarakat kita yang mengalamai keputusasaan karena kekurangan,” ujar Camat Soreang ini.

Lanjut Nurjani, pihaknya telah mendaftarkan warganya yang kurang mampu, termasuk Abidin, kakek yang berusia 83 tahun yang tinggal di gubuk reyot untuk diprioritaskan dalam program bedah rumah.

Hanya saja kata dia, Kakek Abidin tidak memdapatkan fasilitas bantuan bedah rumah pada tahun-tahun sebelumnya karena tidak memenuhi syaray pada program bedah rumah dari Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

“Itu terkendala pada lahan yang ditinggali, karena bukan hak miliknya. Syarat penerima bedah rumah, harus di atas lahan milik sendiri, tapi kami berupaya, kami masukkan Pak Abidin untuk usulan penerima bantuan bedah rumah,” papar Nurjani.

Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK), Bakhtiar Abu Bakar, mengapresiasi atas respon Pemerintah Kecamatan yang tanggap dalam memberikan perhatian kepada masyarakat kurang mampu yang ada dalam lingkup wilayahnya.

“Saya sangat berterimakasih kepada kecamatan yang telah memberikan bantuan untuk meringankan beban dari orang tua kita, Abidin. Bantuan ini saya yakin akan sangat bermanfaat, dan memenuhi kebutuhannya dari beban hidup,” harap Abu Bakar.

Abidin sendiri merupakan kakek yang tinggal di gubuk reyot berukuran 5×5 meter yang berdiri di atas lahan bukan miliknya.

Gubuknya pun terbuat dari potongan kayu yang dipasang darurat, sekedar untuk melindunginya dari malam dan terik matahari. Usianya yang sudah renta membuat Abidin tidak lagi terpakai sebagai kuli bangunan, dengan kondisi tua renta, Abidin pun hanya bisa mengharap bantuan makanan dari tetangga sekitar rumahnya.

Meski sering mendapatkan bantuan dan tawaran dari pemerintah setempat untuk dipindahkan ke Panti Jompo, Abidin enggan untuk meninggalkan gubuk miliknya.

“Biarmi saya di sini saja, saya sukami di sini,” ujar Abidin.(nia)


div>