SABTU , 20 OKTOBER 2018

Prihatin Dengan Kondisi Lahan, HMI Maros Akan Gelar Dialog Pertanian

Reporter:

Muhammad Iqbal

Editor:

Iskanto

Kamis , 27 September 2018 15:40
Prihatin Dengan Kondisi Lahan, HMI Maros Akan Gelar Dialog Pertanian

Ketua Umum HMI Komisariat Fapertahut UMMA, Abdul Alim

MAROS, RAKYATSULSEL.COM – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Butta Salewangang Maros Komisariat Fakultas Pertanian Peternakan dan Kehutanan (Fapertahut) Universitas Muslim Maros (UMMA) akan menggelar Dialog Pertanian Minggu, 30 September 2018 mendatang.

Dialog ini digelar dilatarbelakangi oleh kondisi pertanian yang ada di Indonesia, khususnya di Kabupaten Maros. Dengan melihat kondisi lahan pertanian yang semakin terkuras, pembangunan di mana-mana, HMI Komisariat Fapertahut UMMA menginisiasi untuk mengawal hal tersebut.

Ketua Umum HMI Komisariat Fapertahut UMMA, Abdul Alim mengatakan, jika perlindungan lahan pertanian mesti dikawal dengan baik oleh semua pihak.

“Kita mesti mengawal lahan kita, melihat pembangunan khususnya di Maros ini sangat pesat beberapa tahun terakhir ini. Dan nahasnya, pembangunan sangat pesat di lahan lahan produktif, yang imbasnya akan mengurangi produktifitas lahan kita. Nah ini mesti kita kawal, apalagi jelas dalam UU Nomor 41 Tahun 2009 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan, aturan alihfungsi lahan itu sangat ketat diatur di undang-undang tersebut,” tegas Alim, Kamis (27/09).

Ia melanjutkan, jika Maros memerlukan Peraturan Daerah (Perda) untuk perlindungan lahan. Agar pertanian di Maros dapat tetap berjalan sebagaimana yang diharapkan bersama.

“Maros perlu Perda untuk perlindungan lahan,kita tidak ingin lahan kita habis ditanami beton, dimana kita akan menanam padi nantinya kalau gudang sudah penuhi lahan lahan kita, kita harus bergerak sekarang untuk menyelamatkan pertanian kita,” Ungkapnya.

Dialog tersebut menghadirkan narasumber dari Dinas Pertanian, DPRD Kabupaten Maros, kelompok tani, akademisi dan mahasiswa itu sendiri. (*)


div>